
SLEMAN, suaramerdeka.com - Iindustri di Kabupaten Sleman hingga kini masih didominasi usaha skala mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dari 15.449 kegiatan industri di wilayah ini, yang masuk kategori besar hanya 115 unit dengan dominasi produk tekstil, sarung tangan dan mebel.
Kepala Dinas Perindagkop Sleman, Pranowo mengatakan meski jumlahnya tidak dominan, penyerapan tenaga kerja di sektor ini cukup besar mencapai 20.689 orang. “Angka ini hampir mencapai setengah dari jumlah tenaga yang bekerja di sektor UMKM dan rumah tangga, yakni 43.602 orang,” terangnya.
Disebutkan, perkembangan industri di Sleman umumnya terkendala persoalan lahan. Banyaknya investor yang berminat menanamkan modal, tidak diimbangi ketersediaan lahan dan harga jual tanah yang mahal. Melihat kondisi ini, pihaknya akan lebih fokus pada hal pengembangan volume usaha khususnya pada skala kecil dan menengah.
Upaya yang dilakukan diantaranya dengan pemberian bantuan modal bergulir. “Program bantuan modal bagi pelaku industri kecil sudah berlangsung sejak tahun 2000. Sampai akhir tahun 2011 lalu, Pemkab sudah menyalurkan bantuan sebesar Rp 24 miliar,” kata Pranowo.
( Amelia Hapsari / CN32 / JBSM )