panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 Mei 2012 | 17:35 wib
Disperindag Minta Wewenang Verifikasi Limbah B3 Dialihkan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng meminta pemerintah pusat segera mendelegasikan wewenang verifikasi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) impor bahan baku besi kepada Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda). Alasannya agar proses verifikasi berjalan cepat, sehingga tak ada kelangkaan besi.

Kepala Disperindag Jateng Ihwan Sudrajat mengatakan, tertahannya beberapa kontainer bahan baku besi impor yang diketahui mengandung limbah B3 di pelabuhan Tanjung Emas membuat baja bertulang beton untuk konstruksi langka, dan harga untuk ukuran tertentu seperti diameter 16 mm naik 30%. Disperindag mencatat, dari impor 328 kontainer bahan baku besi scrap untuk baja bertulang beton per 12 Mei 2012, masih ada 9 kontainer bermasalah. Empat kontainer diketahui mengandung limbah dan baru disidik, sedang lima kontainer baru diperiksa.

"Gubernur menghendaki ada penyelesaian. Karena itu kami minta Bapedalda menindaklanjuti komunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Sebab semua limbah B3 harus diverifikasi KLH. Kalau semua limbah B3 se-Indonesia harus diverifikasi KLH kapan selesainya, sedang tenaga mereka terbatas. Padahal pasar tidak bisa menunggu sampai hasil pengecekan selesai. Kalau sudah persoalan pasar, repot. Pemerintah pusat harus memberi kepercayaan pada Bapedalda untuk melakukan verifikasi," katanya.

Tak hanya Disperindag, Kantor Wilayah Direktorat Bea dan Cukai Jateng juga telah minta KLH agar ada pendelegasian wewenang pemeriksaan limbah B3 ke Bapedalda. Meski Bapedalda menyatakan lolos, KLH tetap harus memeriksa karena bea cukai tidak bisa melaksanakan rekomendasi Bapedalda. "Atau bisa juga diperiksa di laboratorium Balai Teknologi Pencemaran Iindustri yang bisa melakukan pengujian limbah B3 milik Disperindag," imbuhnya.

Selain pendelegasian wewenang, Disperindag juga meminta penyamaan misi antara surveyor Indonesia dengan surveyor negara asal impor limbah besi. Sebab ketika barang tersebut dikirim dari negara asal, oleh surveyor negara asal dinyatakan limbah tidak mengandung B3. Tapi ternyata ketika dikirim ke Indonesia mengandung B3.

( Fani Ayudea / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15018
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 15880
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 15649
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18176
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15138
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER