
YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Rumah bambu itu terlihat cukup sederhana. Namun, penghuninya tampak nyaman tinggal dan mulai merajut asa di hunian yang bersifat sementara itu usai banjir lahar dingin Merapi menerjang rumah mereka di sekitar Sungai Pabelan, Magelang.
Hal tersebut terbingkai dalam sejumlah foto yang dipajang dalam sebuah pameran foto karya arsitektur buah cipta rancang salah satu Arsitek UGM, Dr Ing Ir Eugenius Pradipto.
Pameran bertajuk "Ketika Kesederhanaan Bicara" itu diselenggarakan oleh komunitas arsitek alumni UGM Jaran Goyang, di Bentara Budaya Yogyakarta. "Pameran ini memang digelar sebagai apresiasi atas prestasi yang diraih alumni jurusan arsitek UGM," kata Onno, selaku panitia pameran, di Bentara Budaya.
Dalam pameran kali ini, dipamerkan sebanyak 64 foto yang mengungkapkan sejumlah karya arsitektur rancangan Pradipto yang kebanyakan merupakan karya yang diperuntukkan bagi masyarakat bawah. Sebanyak 32 foto memotret tentang rumah bambu yang digunakan sebagai hunian sementara masyarakat korban lahar dingin Merapi di Sudimoro, Magelang.
Selanjutnya 19 foto yang lain mengambarkan karya Pardipto yang berupa Gereja St Yakobus sementara di Klodran, Bantul. Sementara 13 foto lainnya membingkai tentang karya-karya lainnya seperti rumah tinggal dan rumah budaya Tembi.
( Bambang Unjianto / CN33 / JBSM )