panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 Mei 2012 | 12:19 wib
Harga Beras Turun, Minyak Goreng Melonjak


MAGELANG, suaramerdeka.com -
Hingga pekan pertama Mei 2012, harga beras di pasaran Magelang stabil. Pasalnya, stok dari luar daerah masih cukup banyak dan penjualan relatif stabil. Komoditas lain, seperti minyak goreng dan gula justru naik, hanya telur yang cenderung turun.

Nanang (30), pedagang sembako di Pasar Gotong Royong mengatakan, dari pertengahan April lalu harga beras jenis IR 64 sudah turun menjadi Rp 7.200/kg. Lalu masuk awal bulan Mei harga turun lagi sedikit menjadi Rp 7.100/kg dan masih bertahan hingga sekarang.

“Harga terjaga stabil karena di sejumlah daerah stoknya masih aman, sehingga pasokan ke Magelang lancar. Begitu juga jenis beras lokal yang tersedia cukup banyak, seperti beras Bandongan, Sawangan, dan Kajoran,” ujarnya di kiosnya, Sabtu (5/5).

Ia menjelaskan, untuk beras jenis IR 64 harga grosir Rp 7.100/kg, sedangkan harga eceran Rp 7.300/kg. Begitu juga beras Bandongan stabil Rp 8000/kg (eceran) atau Rp 7.800/kg (grosir). Jenis lain, seperti beras Sawangan dan Kajoran masing-masing stabil Rp 7.500/kg dan Rp 7.700/kg.

“Untuk stok sendiri, kami hanya punya 3-5 ton. Penjualan stabil, rata-rata 3-4 kwintal setiap hari di jam buka kios. Buka kios hanya sekitar 5-8 jam karena Pasar Gotong Royong merupakan pasar dini hari yang ramainya hanya dini hari hingga jelang siang,” paparnya.

Untuk komoditas lain, ada yang naik, stabil, dan ada pula yang turun. Atun (35), pedagang lain di pasar yang sama mengutarakan, kalau harga beras ada sedikit penurunan, tidak bagi gula dan minyak goreng justru naik. “Sekarang, harga gula naik Rp 500/kg dari Rp 10.500/kg ke Rp 11.000/kg. Begitu juga minyak goreng curah yang naik Rp 500/kg dari Rp 11.000/kg menjadi Rp 11.500/kg dan bawang merah yang naik dari Rp 7000/kg ke Rp 10.000/kg,” katanya.

Untuk komoditas yang harganya turun, katanya hanya telur yang turun Rp 200/kg dari Rp 12.800/kg ke Rp 12.600/kg. Tapi, adapula yang harganya masih di angka Rp 13.000/kg karena mungkin masih stok yang lama. “Telur turun sudah sepekan ini dari sebelumnya naik menjadi Rp 13.400/kg. Harga telur memang pergerakannya cepat tergantung kondisi pasar,” imbuhnya.

Penjualannya sendiri, lanjut Atun tidak terlalu banyak baik beras, minyak goreng, maupun telur. Setiap hari, ia hanya bisa menjual kurang dari 2 kwintal beras, lebih kurang 20 kilogram telur, dan satu jerigen (isi 17 kg) minyak goreng.

( Asef Amani / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 26238
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 27927
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 27639
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 31143
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 26868
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER