panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
04 Mei 2012 | 09:21 wib
Pemkab Blora Bentuk Tim Penataan Menara Telekomunikasi
image

DISEGEL: Petugas Satpol PP Blora menyegel menara telekomunikasi di Kelurahan Bangkle yang dibangun tanpa izin IMB dan izin HO. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Pemkab Blora membentuk Tim Penataan dan Pengawasan Pembangunan Menara Telekomunikasi (TP3MT). Itu dilakukan seiring diberlakukannya peraturan daerah (perda) nomor 3 tahun 2011 tentang Pedoman Penyelenggaraan dan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi.

"TP3MT beranggotakan personel dari lintas instansi yang terkait dengan pembangunan menara telekomunikasi," ujar Nyipto Dewi Sriwidayanti SE Msi, kepala seksi Pos dan Telekomunikasi Bidang Pos dan Telematika pada Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora, Jumat (4/5).

Menurutnya tim yang efektif bekerja mulai 1 Januari 2012 itu antara lain bertugas mengawasi menara atau tower telekomunikasi yang telah ada atau baru akan dibangun di Blora oleh perusahaan telekomunikasi. Pengawasan tersebut terutama terkait sejumlah perizinan pembangunan.

"TP3MT mendapati adanya satu menara telekomunikasi di Kelurahan Bangkle yang dibangun tanpa dilengkapi izin gangguan (HO) maupun izin mendirikan bangunan (IMB). Temuan itu kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," tandasnya.

Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Slamet Wiryanto, melalui Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah, Agus Puji Mulyono, mengemukakan pihaknya terpaksa melakukan penyegelan terhadap menara telekomunikasi yang berdiri di wilayah Kelurahan Bangkle tersebut.

Tower yang berada di sebelah timur kantor Samsat itu milik salah satu perusahaan telekomunikasi handphone terkemuka di Indonesia. "Tower tersebut dibangun tanpa IMB dan izin HO. Karena itu kami melakukan penyegelan, Kamis (3/5) kemarin," ujarnya.

Menurut Agus Puji pembangunan tower setinggi 35 meter itu melanggar pasal 17 ayat 1 Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2011 tentang Pedoman Penyelenggaraan dan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. Dia menyebutkan sesuai perda tersebut pembangunan tower harus mempunyai izin HO dan IMB.

( Abdul Muiz / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
28 Juli 2014 | 13:10 wib
Dibaca: 37
28 Juli 2014 | 12:55 wib
Dibaca: 90
28 Juli 2014 | 12:40 wib
Dibaca: 90
image
28 Juli 2014 | 12:25 wib
Dibaca: 128
28 Juli 2014 | 12:10 wib
Dibaca: 1086
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER