
JAKARTA, suaramerdeka.com - Peringatan hari buruh sedunia tahun ini ditandai dengan dideklarasikannya Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) dan pembacaan Manifesto Buruh Indonesia. Sedianya MPBI dideklarasikan oleh tiga presiden konfederasi besar buruh.
Mereka adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Mudhofir. Namun Iqbal harus meninggalkan acara sebelum deklarasi, karena istrinya dikabarkan sakit.
"Kami berharap MPBI dapat menjadi 'payung besar' bagi bernaungnya berbagai organisasi buruh dan pekerja. Dengan begitu, buruh dan pekerja bisa lebih solid dan memiliki posisi tawar lebih besar dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan buruh Indonesia pada khususnya, dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya," ujar Iqbal.
Di hadapan puluhan ribu buruh, deklarasi MPBI dan pembacaan Manfiesto Buruh Indonesia disambut meriah. Mereka juga menyampaikan enam tuntutan yang harus dipenuhi pemerintah.
Keenam hal itu antara lain jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia dan jaminan pensiun bagi setiap buruh. Tuntutan lainnya, menolak kebijakan upah murah, menghapus sistem outsorcing, memberikan subsidi pada buruh dan keluarganya melalui APBN/APBD, dan menjadikan 1 Mei sebagai hari buruh sekaligus libur nasional.
( Andika Primasiwi / CN31 / JBSM )