
SALATIGA, suaramerdeka.com – Pengusaha diminta tidak melihat serikat buruh sebagai musuh, melainkan rekan kerja yang saling menguntungkan. Hal tersebut diungkapkan ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistio usai dialog interkatif dengan serikat pekerja, pemerintah kota, dan DPRD di gedung dewan, Selasa (1/5).
Dialog interaktif yang diberi tajuk "Salatiga Ramah Investasi" ini digelar untuk memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei.
"Tadi pertemuannya tidak mengambil keputusan apa-apa, namun muspida mendapatkan informasi yang gamblang. Keberadaan serikat buruh jangan dilihat sebagai lawan bagi pengusaha, tetapi justru sebagai partner," ujar Teddy. Dirinya juga berharap setiap perusahaan membentuk serikat pekerja untuk menjamin hak-hak mereka.
Dalam dialog tersebut, buruh mengungkapkan upah minimum sebesar Rp901.000 ternyata sangat mepet untuk mereka yang masih lajang. Apalagi bagi buruh yang telah berkeluarga.
Selain itu dibahas pula sistem outsourcing untuk para pekerja. "Bahkan kenaikan berbagai retribusi dan PDAM dibahas juga. Yang jelas menurut saya pertemuan ini bagus dan baiknya dilakukan secara periodik," tandas Teddy.
Untuk mengakali kesulitan ekonomi para buruh, dirinya meminta mereka untuk kreatif mencari penghasilan tambahan. Selain itu, pemerintah melalui perbankan lokal BKK dan Bank salatiga memfasilitasi para buruh memperoleh modal usaha.
( Wahyu Wijayanto / CN33 / JBSM )