panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 April 2012 | 11:41 wib
Tawuran, Dua Anggota Pasoepati Luka Berat

 

SOLO, suaramerdeka.com - Dua anggota suporter Pasoepati luka berat usai bentrok dengan kelompok suporter PSS Sleman usai pertandingan antara Persis Solo melawan tuan rumah PSS di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (21/4) petang. Persis akhirnya kalah 0-2 dari tuan rumah dalam laga lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

“Kami dapat informasi ada dua anggota Pasoepati yang mengalami luka berat. Satu orang hidungnya patah dan sisanya mengalami luka parah di kaki,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pasoepati Anwar Sanusi, Minggu (22/4).

Hingga pagi tadi, kedua anggota Pasoepati tersebut masih dirawat di salah satu rumah sakit Kota Solo. Menurut Anwar, keputusan DPP Pasoepati mengevakuasi anggotanya yang luka berat akibat bentrokan di Sleman ke Solo dikarenakan untuk memudahkan penanganan. “Kami tidak ingin meninggalkan teman-teman yang terluka di Sleman. Lebih baik dibawa di Solo saja,” jelasnya.

Laga antara PSS dengan Persis memang berlangsung keras dan emosional. Ternyata hal ini menjalar ke tribun penonton, terutama menjelang babak pertama usai. Kelompok suporter Pasoepati yang berada di tribun timur, serta dua kelompok suporter PSS yakni Slemania (tribun utara) dan Brigata Curva Sud/BCS (tribun selatan) yang semula saling bernyanyi mendukung tim masing-masing, terlibat aksi saling lempar.

Diawali saling lempar antara Pasoepati dengan Slemania. Tidak berlangsung lama, setelah itu giliran Paseopati terlibat aksi lempar dengan BCS yang terjadi hingga turun minum. Bahkan, laga babak kedua harus menunggu 10 menit untuk dimulai sampai suasana kondusif.

Suasana kondusif hanya bertahan hingga akhir laga. Setelah itu di luar stadion, Pasoepati yang dibantu Slemania kembali saring serang dengan BCS. “Beberapa suporter luka di bagian kepala karena terkena lemparan. Selain itu masih ada 30-an sepeda motor milik anggota Pasoepati yang dirusak BCS dan sampai saat ini masih tertahan di Sleman,”tambah Anwar.

Aksi kericuhan antarsuporter itu memantik keprihatinan pelatih Persis Junaidi. Dia menyayangkan hal tersebut terjadi dan beranggapan bahwa suporter harus bisa menjunjung sportivitas apa pun dari hasil pertandingan. “Pikiranku malah terpecah. Di satu sisi memperhatikan permainan anak-anak sementara di sisi lain khawatir tawuran berefek ke lapangan,” tandasnya.

( Gading Persada / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
31 Agustus 2014 | 03:14 wib
Dibaca: 51
31 Agustus 2014 | 02:45 wib
Dibaca: 233
31 Agustus 2014 | 02:30 wib
Dibaca: 238
31 Agustus 2014 | 02:15 wib
Dibaca: 379
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER