
KHARTOUM, suaramerdeka.com - Hampir seratusan tentara Sudan dirawat di sebuah rumah sakit militer Khartoum akibat cedera dalam pertempuran dengan pasukan Sudan Selatan.
Hal itu digambarkan seorang seorang juru foto AFP, Sabtu (14/4), ketika kunjungan Wakil Presiden Ali Osman Taha dan Menteri Pertahanan Abdelrahim Mohammed Hussein ke rumah sakit tersebut.
Ada 16 kamar, masing-masing diisi enam tentara yang cedera dalam pertempuran terbaru di sekitar daerah minyak Heglig, kata juru foto itu.
Militer tidak memberikan angka mengenai jumlah korban tewas. "Ada banyak mayat di garis depan, jadi tentu banyak yang tewas tidak mungkin menguburkan mereka atau memulangkan mereka," kata seorang tentara Sudan Selatan di kota Bentiu.
Pasukan Sudan Selatan Sabtu mesih menguasai Heglig setelah Khartoum mengatakan pihaknya melancarkan serangan untuk merebut kembali pusat minyak paling penting itu, di mana pasukan Sudan Selatan mengklaim penguasaannya pada Selasa lalu.
Negara-negara dunia mendesak kedua pihak menahan diri setelah pertempuran sengit menghantam Sudan Selatan.
Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan sejawatnya dari Khartoum Omar al-Bashir saling menuduh memicu perang, yang memicu Dewan Keamanan PBB menyerukan gencatan senjata segera.
( Ant / CN33 )