panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 April 2012 | 16:25 wib
BPK Sudah Selesaikan 16.778 Kasus Kerugian Negara

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Drs. Hadi Poernomo, Ak menuturkan, pemantauan penyelesaian kerugian negara / daerah menunjukan dari sebanyak 16.778 kasus kerugian negara senilai Rp 4,32 triliun periode akhir Tahun 2003 hingga Semester II Tahun 2011 telah dilakukan penyelesaian berupa angsuran terpantau sebanyak 4.401 kasus senilai Rp 550,01 miliar.

"Kemudian, pelunasan sebanyak 6.794 kasus senilai Rp 712,83 miliar, dan penghapusan kerugian negara/daerah atas 125 kasus senilai Rp12,43 miliar. Sisa kasus kerugian negara / daerah adalah sebanyak 9.859 kasus senilai Rp 3,04 triliun," katanya, Selasa (3/4).

Dikatakan, pemantauan terhadap hasil pemeriksaan BPK berindikasi tindak pidana korupsi yang disampaikan kepada instansi yang berwenang (aparat penegak hukum) menunjukkan bahwa sejak tahun 2003 hingga akhir tahun 2011, jumlah LHP BPK berindikasi tindak pidana yang telah disampaikan kepada instansi berwenang adalah sebanyak 318 kasus.

"Nilainya mencapai Rp 33,87 triliun, di antaranya 13 kasus telah disampaikan BPK kepada aparat penegak hukum pada periode Semester II Tahun 2011. Dari 318 kasus yang diserahkan tersebut, instansi yang berwenang," tuturnya.

Adapun instasi yang berwenang itu adalah Kepolisian RI, Kejaksaan RI, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketiganya telah menindaklanjuti 186 kasus dengan rincian berupa pelimpahan kepada jajaran/penyidik lainnya. sebanyak 37 kasus, ekspos/telaahan/koordinasi sebanyak 21 kasus, penyelidikan sebanyak 30 kasus, dan penyidikan sebanyak 10 kasus.

"Kasus yang lain adalah proses sidang sebanyak dua kasus, penuntutan sebanyak 11 kasus, vonis/banding/kasasi sebanyak 64 kasus, dan SP3 sebanyak 11 kasus. Sisa kasus yang belum ditindaklanjuti atau tidak ada data tindak lanjutnya sebanyak 132 kasus," tandas Hadi.

( Andika Primasiwi , RED / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
02 September 2014 | 21:11 wib
Dibaca: 78
02 September 2014 | 21:01 wib
Dibaca: 37
02 September 2014 | 20:52 wib
Dibaca: 51
02 September 2014 | 20:43 wib
Dibaca: 111
02 September 2014 | 20:34 wib
Dibaca: 122
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER