panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 Maret 2012 | 18:09 wib
Blokir Jalan Raya Mangkang, Demo Berakhir Ricuh
image

TANGKAP MAHASISWA: Polisi menangkap salah satu mahasiwa yang berdemo menentang kenaikan BBM di pertigaan Jrakah antara Jalan Siliwangi, Walisongo dan Prof Hamka, Rabu (28/3). (suaramerdeka.com / Krisnaji S)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Demo menentang kenaikan BBM yang dilakukan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jateng berakhir ricuh, Rabu (28/3).

Kericuhan terjadi saat mahasiswa memblokir  Jalan Raya Mangkang tepatnya di pertigaan traffic light Jrakah antara Jalan Walisongo, Siliwangi dan Prof Hamka dihalau oleh ratusan aparat gabungan dari Polsek Ngaliyan, Semarang Barat dan Dalmas Polrestabes Semarang. Akibatnya lalu lintas macet total sekitar 15 menit.

Para mahasiwa berkumpul di depan Kampus 1 IAIN Walisongo sekitar pukul 10.30. Lalu pada 11.30, mahasiswa bergerak berjalan kaki dengan membawa bendera PMII dan membentangkan poster dengan tulisan ''SBY Tamasya Rakyat Sengsara'' menuju ke pertigaan Jrakah yang berjarak 100 meter dari pintu gerbang kampus 1 IAIN Walisongo.

Sesampainya, mereka berdiri berjajar dengabn  bergandeng tangan menutup jalan yang menghubungkan Semarang dengan Kabupaten Kendal tersebut.

Polsek Ngaliyan yang sebelumnya telah siaga berusaha mengahalau para pendemo, karena kalah jumlah aparat mendatangkan bantuan dari Polsek Semarang Barat dan Dalmas Polrestabes Semarang yang siaga di jalan masuk Tol Krapyak, sebab tersiar kabar mahasiswa akan memblokir jalan tol itu. Keributan tak terhindari saat bantuan datang 15 menit kemudian.

Aparat bertindak tegas dan berhasil menghalau mahasiswa ke pinggir Jalan Profesor Hamka yang menghubungkan Ngaliyan-Boja. Kericuhan berlanjut hingga pintu gerbang Kampus 1 IAIN Walisongo, karena mahasiswa hendak memblokir Jalan Prof Hamka.

Tak berhasil memblokir jalan, mahasiswa lalu masuk ke dalam Kampus IAIN Walisongo dan sempat melemparkan bendera ke arah Polisi. Dalam kejadian itu, aparat menangkap enam mahasiswa yang dianggap sebagai provokator dan menyita tiga ban bekas yang akan dibakar mahasiswa dan satu liter bensin.

Lalu, mahasiswa kembali melakukan aksi blokir jalan pada pukul 15.00, kali ini petugas lebih lengkap dengan mendatangkan truk water cannon. Ketua PMII Cabang Jateng Moh Zuyyina Laily mengatakan, aksi blokir jalan terpaksa dilakukan karena aksi yang selama ini dilakukan tidak digubris pemerintah.

"Aksi ini untuk memperjuangkan nasib rakyat kecil yang semakin terhimpit dengan kenaikan harga BBM ini. Kami bersama rakyat menolak kenaikan ini," tandasnya.

( Krisnaji Satriawan / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 34754
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 36001
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 36319
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40413
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 35465
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER