panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Maret 2012 | 18:20 wib
Dugaan Suap RAPBD Semarang
Kepala DPKAD Perintahkan Rancangan Pembebanan SKPD

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kepala DPPKAD Semarang, Ayi Yudi Mardiana diduga memerintahkan penyusunan rancangan pembebanan dana kepada Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Semarang. Jatah beban dana dari masing-masing SKPD itu diduga akan diberikan kepada DPRD Kota Semarang yang sedang membahas RAPBD 2012. Pemberian dana itu diduga sebagai pelicin agar pembahasan mulus.

Hal itu terungkap dari kesaksian tiga staf Pemkot Semarang dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (8/3). Ketiga saksi adalah Staf Sekda Pemkot Semarang, Travika, Kepala Seksi Anggaran DPKAD Semarang, Bambang Prihantor dan Staf Bidang Anggaran DPKAD Semarang, Ari Kurniawan Dwi Prasetyo. Mereka bersaksi untuk terdakwa Sekda (nonaktif) Kota Semarang, Akhmat Zaenuri.

Menurut saksi Ari, penghitungan dana yang akan dibebankan ke SKPD itu dilakukan tanggal 29 Oktober 2011. "Rancangan itu disusun atas perintah Pak Yudi. Penghitungan didasarkan KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara– red)," terang Ari dihadapan majelis hakim yang diketuai Ifa Sudewi.

Rumusan yang digunakan dalam pembebanan adalah, besar plafon keseluruhan dikurangi rekening rutin yang tak bisa dipotong dikalikan 1,35 persen. Rekening rutin yang tak bisa dipotong itu misalnya, rekening telepon, rekening listrik, anggaran BBM, proyek lelang dan lainnya.

Proses penghitungan tersebut dibenarkan oleh Bambang Prihantono. Dia mengaku mengikuti proses penghitungan bersama Ari Kurniawan.

Dalam hasilnya, penghitungan yang dirumuskan oleh tim, dilakukan secara merata terhadap semua SKPD. Diketahui tangal 31 Oktober 2011 pemaparan ihwal pembebanan itu pertama kali disampaikan dalam rapat yang dihadiri pimpinan SKPD di Ruang Walikota Semarang.

Mulanya, total beban SKPD dalam rancangan adalah Rp 10 miliar. Jumlah itu sesuai permintaan DPRD untuk melancarkan pembahasan RAPBD. Dalam pertemuan di Hotel Novotel antara pimpinan eksekutif dengan pimpinan legislatif Semarang, disepakati dana pelicin Rp 4 miliar. "Lalu dilakukan peghitungan uang dengan tidak mengikutkan SKPD kecamatan. Ketemunya Rp 4 miliar," lanjut Ari.

Hasil penghitungan akhir dipaparkan Ari dalam rapat di Ruang Data Setda Semarang tanggal 2 November 2011. "Rapat itu dihadiri pimpinan SKPD dan beberapa diantaranya mengaku keberatan," terang Ari.

Sedangkan Travika mengaku pernah dititipi sejumlah uang dari staf Sekda, Yustiningsih sebesar Rp 50 juta. Dinas Pendidikan menitip Rp 95 juta dan Badan Kepegawaian Daerah menitip Rp 82 juta. Dana tersebut kemudian diserahkan kepada Sekda Rp 40 juta dan sisanya dititipkan ke Sadikem.

( Eka Handriana / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
02 September 2014 | 02:07 wib
Dibaca: 213
02 September 2014 | 01:53 wib
Dibaca: 250
02 September 2014 | 01:40 wib
Dibaca: 271
02 September 2014 | 01:27 wib
Dibaca: 390
02 September 2014 | 01:14 wib
Dibaca: 329
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER