
YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Disinyalir di Yogyakarta sejak beberapa hari terakhir ini, banyak beredar tabung gas Elpiji 3 kilogram ilegal. Peredaran tabung gas ukuran 3 kilogram ini, diketahui dari tutup segel tabung yang berbeda.
Semua itu terlihat dari tutup tabung gas 3 kilogram, mestinya tutup tabung gas tersebut berwarna coklat, tapi dilapangan banyak dijumpai tabung gas yang tutupnya berwarna lain. Tutup tabung gas warna lain itu, jelas bukan aslinya.
Ketua Himpunan Swasta Pengusaha Minyak Dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Drs Siswanto, MM, menyatakan, masuknya tabung gas 3 kilogram yang merupakan gas bersubsidi itu karena kelebihan stok di rayon-rayon tertentu.
Peredaran tabung gas itu, menurut Siswanto, sudah banyak beredar di Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul. "Jika di Kabupaten Sleman, pasokan tabung gas Elpiji 3 kilogram illegal berasal dari Magelang ataupun dari Klaten," katanya, Rabu (29/2).
Lebih lanjut dia mengatakan, meski kelebihan stok gas Elpiji seharusnya tidak diperbolehkan dipasok keluar daerah rayon yang telah ditentukan. "Daerah penyuplai dapat terancam sanksi pengurangan alokasi barang dari Pertamina jika diketahui
bermain curang," ujarnya.
Dikatakan Siswanto, bagi pengecer gas Elpiji 3 kilogram jika menemukan pangkalan yang menjual tabung gas tutupnya berbeda agar segera melapor ke Hiswanamigas.
( Sugiarto / CN32 / JBSM )