panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Februari 2012 | 07:30 wib
Pabrikan Rokok Kecil Menunggu Kebangkrutan

KUDUS, suaramerdeka.com - Perusahaan rokok golongan III atau yang berproduksi di bawah 350 juta batang per tahun saat sekarang tinggal menunggu kebangkrutan. Dinamika regulasi cukai yang sulit dimengerti serta persaingan sesama pabrikan dan juga pemodal, ditengarai menjadi penyebab hal itu.

Sebagai wilayah yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi rokok, kondisi seperti itu kondisi tersebut sudah menjadi sinyal awal persoalan di kemudian hari. Pemilik pabrik rokok Kembang Arum, Peter MF, mengaku sulit bagi perusahaan kecil miliknya untuk berkembang.

Dia juga mengaku semakin tidak mengetahui maksud dari perubahan regulasi cukai setiap tahunnya. "Bertahan saja sudah bagus," katanya, Rabu (29/2).

Salah satu yang dianggap cukup memberatkan yakni kenaikan tarif cukai setiap tahunnya. Kondisi tersebut secara tidak langsung membuat ruang gerak pelaku usaha golongan kecil menjadi terbatas. Pasalnya, biaya produksi semakin mahal sehingga harga rokok ikut naik. "Pelanggan kami tidak begitu suka dengan peningkatan harga tersebut, sehingga berdampak penurunan omzet," imbuhnya.

Dia juga mengkritik kebijakan yang selama ini menyatakan membantu pabrikan kecil. Dilihat dari tujuan awal memang sudah benar, tetapi pada kenyataannya belum sepenuhnya sesuai dengan rencana awal. "Salah satunya LIK. Tujuan awalnya memang untuk perusahaan kecil, tetapi menurut saya kondisi sekarang tidak seperti itu," paparnya.

Terpisah, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), Nugroho Wahyu Widodo, menyatakan kebijakan cukai saat sekarang ditangani oleh Badan Kebijakan Fiskal. Pihaknya hanya menjalankan aturan yang ada saja. Beberapa pihak juga menyatakan kebijakan yang ada tidak down to earth.

Salah satunya, yakni pembatasan produksi pabrik rokok golongan III. Sebelumnya, produksinya dibatasi hingga 400 juta batang per tahun. Hanya saat ini dikurangi menjadi 350 juta batang per tahun. "Bagi pabrikan rokok golongan kecil tentu akan sangat menyulitkan untuk berkembang," tandasnya.

( Anton WH / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
22 Agustus 2014 | 22:35 wib
Dibaca: 12
22 Agustus 2014 | 22:22 wib
Dibaca: 31
22 Agustus 2014 | 22:10 wib
Dibaca: 90
22 Agustus 2014 | 21:57 wib
Dibaca: 130
22 Agustus 2014 | 21:45 wib
Dibaca: 87
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
12 Agustus 2014 | 16:20 wib
14 Agustus 2014 | 15:50 wib
19 Agustus 2014 | 21:05 wib
15 Agustus 2014 | 15:18 wib
FOOTER