
SEMARANG, suaramerdeka.com- Kota Semarang yang merupakan pintu gerbang menuju ke Jateng kini sedang giat membangun perekonomian dan jasa. Salah satu upayanya dengan menata dan memberdayakan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Simpang Lima dan Taman KB Semarang. Dalam waktu dekat, provinsi ini akan memiliki hajatan besar yaitu Visit Jawa Tengah (VJT) 2013. Kesuksesan VJT ini membutuhkan dukungan banyak pihak, salah satunya PKL.
Karena itu, DPW Himpunan Pedagang Kaki Lima Indonesia (HPKLI) Jateng diminta turut mendukung dan menyukseskan kegiatan tersebut. Pernyataan itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Sujarwo Dwiatmoko dalam pengukuhan kepengurusan DPW HPKLI Jateng dan beberapa DPC HPKLI di Gedung Jamsostek Lantai 3, Jl Pemuda 130 Semarang, Minggu (26/2).
"Adalah fakta bahwa jumlah PKL masih banyak, mereka berada di lokasi yang tak memerlukan tempat istimewa. Kalau tertata rapi, bisa mengatur diri, dan bersih itu akan menjadi kekuatan tersendiri," katanya.
Institusi terkait bersama HPKLI yang merupakan organisasi pedagang kaki lima harus bersinergi dan berkesinambungan dalam upaya menyukseskan program VJT. Tahun 2012, Dinas Koperasi memiliki program penataan 10 kawasan PKL. Selain Kota Semarang, kawasan PKL yang akan ditata di antaranya yaitu Magelang, Blora, dan Kendal. Pihaknya siap memfasilitasi pelatihan kewirausahaan dan pembukuan sederhana bagi para PKL yang tergabung dalam HPKLI.
Jika pedagang sudah mampu menjalankan bisnis yang benar, maka mereka akan menjadi bagian untuk mewujudkan masyarakat Jateng lebih sejahtera. Dia menegaskan, pedagang kecil biasanya lebih kuat bila bisa bersatu, karenanya HPKLI diminta mendorong untuk pembentukan koperasi PKL. Di bawah arahan Pemprov Jateng, kini terdapat 33 koperasi pasar dan PKL. Kepengurusan DPW HPKLI Jateng yang diketuai Billy Suryowibowo ini dilantik Ketua DPP HPKLI Defri Cane Nasution.
Setelah dilantik, Billy lalu mengukuhkan kepengurusan 19 DPC HPKLI seperti dari Kota Semarang, Brebes, Tegal, Pekalongan, Pemalang, Pati, Rembang, dan Salatiga. Menurut Defri Cane, pertumbuhan PKL di kota dan desa ini sering tidak seiring sejalan dengan penataan daerah setempat. PKL erat kaitannya dengan kekumuhan kota dan jauh dari kebersihan. Karena itu, patut dipertanyakan pimpinan daerah untuk bisa memberdayakan PKL.
( Royce Wijaya / CN27 / JBSM )