
BAHAN BAKU: Sejumlah ketela yang dijadikan bahan baku utama pembuatan bio ethanol untuk bahan bakar kendaraan bermotor yang kini sedang dikembangkan Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kudus. (suaramerdeka.com/Ruli Aditio)
KUDUS, suaramerdeka.com - Tidak hanya dimanfaaatkan sebagai bahan makanan lokal saja yang bisa dibuat dari bahan baku ketela, namun kini Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kudus sudah bisa mengembangkan bahan bakar alternatif yaitu bio ethanol.
Kepala Desa Kedungsari, Muntoza hari ini menjelaskan sebenarnya usaha pembuatannya sudah lama, dan bahkan sempat diujicobakan. "Mengenai jumlah bio ethanol yang sudah dihasilkan untuk semenetara belum kami hitung karena ini masih taraf coba - coba," katanya.
Pihaknya mengaku sampai saat ini masih mengembangkan formula yang tepat untuk membuat bahan bakar alternatif tersebut masih terus dicari agar memperoleh takaran yang tepat.
"Secara umum bio ethanol sudah bisa diproduksi, hanya saja untuk menyamakan komposisi masih harus banyak belajar," ujarnya.
Disinggung soal siapa yang mengawalinya, ia memberikan penjelasan, bahwa sebenarnya warga sudah mempelajarinya ketika memproduksi makanan dari bahan baku ketela. "Proses pembuatan ethanol sebenarnya menggunakan ilmu kimia sederhana, dan diproses menggunakan alat," katanya.
( Ruli Aditio / CN32 / JBSM )