
SUKOHARJO, suaramerdeka.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai antisipasi rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Hal tersebut diungkapkan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di usai penyerahan bantuan untuk kelompok usaha bersama (Kube) di Sukoharjo, Minggu (26/2). "Program BLT kami siapkan kalau nanti kenaikan BBM jadi dilaksanakan, hanya saja untuk itu harus melalui persetujuan DPR," ujar Mensos.
Program BLT nanti, lanjut Mensos, sifatnya tidak berkelanjutan tetapi sementara. Kemungkinan besar hanya akan berjalan selama delapan bulan saja.
Terkait nominalnya yang akan diberikan, saat ini masih dalam pembahasan. Kemungkinan besarannya tidak akan jauh berbeda dengan prgram BLT sebelumnya, yaitu antara Rp 100 ribu/bulan. "Program BLT ini perlu diberikan sebab dengan naiknya harga BBM otomatis berdampak naiknya harga kebutuhan. Kalau gakin tidak diberi subsidi, warga miskin di Indonesia akan
semakin terpuruk. Sehingga, kondisi Gakin saat akan naik BBM dan sesudahnya tetap sama," jelasnya.
Terkait dengan gakin yang akan diberikan BLT, saat ini Kemensos sudah memiliki data akurat. Dia memperkirakan jumlahnya sekitar 17,5 juta gakin di seluruh Indonesia. Gakin yang memperoleh BLT dimungkinkan sama dengan gakin yang selama ini mendapat beras untuk gakin (raskin).
( Heru Susilo / CN32 / JBSM )