
BANDUNG, suaramerdeka.com - Saat tim khusus tengah mengolah data terkini pengamatan, PVMBG juga merencanakan menggelar contigency plan bersama instansi terkait pada Senin (27/2) di Tasikmalaya.
"Agendanya membahas skenario letusan. Ketika kondisi terburuk itu terjadi, Galunggung benar-benar mengeluarkan letusan, bagaimana kesiapan semua pihak di lapangan, ini perlu diantisipasi secara matang," jelas Kabid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, M Hendrasto, Jumat (24/2).
Dijelaskannya, pembahasan tersebut mencakup jumlah penduduk yang harus diselamatkan berdasarkan peta kawasan rawan bencana, rencana evakuasi, invetarisasi sarana transportasi dibanding jumlah penduduk terdampak, lokasi penampungan, hingga ketersediaan logistik.
"Pembahasan itu bakal menghasilkan rencana operasi. Diharapkan, diikuti pula dengan simulasi, semacam pelatihan bagi masyarakat sekitar akan kesiapsiagaan terhadap ancaman yang mungkin bisa timbul," jelasnya.
( Setiady Dwi / CN26 / JBSM )