
KEROBOKAN, suaramerdeka.com - Polisi masih menerapkan sistem buka-tutup di ruas jalan menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Kabupaten Badung, Jumat (24/2).
Polisi juga menutup beberapa akses jalan utama yang menghubungkan Denpasar dengan Kuta itu saat kendaraan pengangkut narapidana keluar-masuk Lapas.
Hal itu untuk mempermudah laju kendaraan pengangkut narapidana dari Lapas Kerobokan ke sejumlah sel tahanan lain di Bali yang dianggap kondusif.
Pascakerusuhan pada Selasa (21/2) malam lalu, kini proses evakuasi terhadap narapidana lapas itu masih terus belangsung. Evakuasi akan dilakukan terhadap 120 narapidana dari kalangan anak-anak dan wanita.
Sebagian dari narapidana anak-anak itu sudah dievakuasi sejak Kamis (23/2) sore ke Lapas Khusus Anak Klungkung di Gianyar. Demikian pula dengan 60 narapidana asing, sebagian juga telah dievakuasi ke sejumlah sel tahanan.
"Namun sampai saat ini kami belum tahu kapan evakuasi gelombang berikutnya dilakukan. Kami menunggu keputusan dari pihak Lapas," kata Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes (Pol) Hariadi.
Sampai saat ini pula personel gabungan dari TNI-AD dan Polri bersiaga di sekitar Lapas Kerobokan. Akibat kerusuhan itu, ruang perkantoran Lapas Kerobokan hangus terbakar dan fasilitas umum, termasuk instalasi air bersih dan jaringan listrik, tidak berfungsi.
( Ant / CN33 )