
SEMARANG, suaramerdeka.com - "Mbah Saleh Darat adalah maha guru" hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Semarang Soemarmo HS ketika memberi sambutan dalam acara "Dzikir dan maulid Kyai Saleh Darat" Kamis (23/2).
Acara ini untuk mengenang dan melestarikan ajaran yang disebarkan oleh Kyai Saleh Darat. Ribuan orang memadati masjid kyai saleh darat yang terletak di Jalan Kakap Darat Tirto 209. Tak hanya didalam masjid, para jamaah juga memadati Jalan Kakap.
Soemarmo berharap agar pengajian ini bisa mendatangkan barokah di dunia maupun akherat, dirinya juga berharap para jamaah bisa menjadikan keluarganya Mawaddah wa Rahmah.
"Jadi harapan saya, barokah pengajian ini bisa kita terima di dunia ini. Sehingga terbentuk keluarga yang mawaddah wa rohmah. Anak-anak yang biasanya ramai sendiri ndak papa, yang penting diajari datang ke pengajian." jelasnya.
Demi acara dzikir ini, Soemarmo sampai harus meninggalkan acara rutin pengajian di rumahnya. "Dirumah saya juga ada membaca shalawat nariyah bersama anak yatim, tapi karena pentingnya acara ini, maka saya pasrahkan ke istri saya." katanya.
Dalam kesempatan ini Pak Wali juga mengundang para jamaah untuk mengikuti acara dzikir yang akan dilakukan pada hari jadi Kota Semarang, 2 Mei. "Dalam rangka Hari Jadi kota Semarang, 2 Mei mari beramai-ramai di Simpang Lima pengajian akbar, dengan menghadirkan Habib Syeih, seperti waktu awal saya dilantik, Semoga bisa terlaksana." ujar Soemarmo yang memakai setelan baju batik, celana hitam, dan peci hitam.
Kiai Soleh Darat dikenal sebagai ahli ilmu kalam. Sebagai ulama yang berpikiran maju, ia senantiasa menekankan perlunya ikhtiar dan kerja keras, setelah itu baru bertawakal, menyerahkan semuanya pada Allah. Kyai Saleh Darat wafat di Semarang, tanggal 18 Desember 1903/28 Ramadhan 1321 H dalam usia 83 tahun.
( Rifki / CN34 / JBSM )