
SOLO, suaramerdeka.com - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) segera akan menyelesaikan dies (cetakan) sasis mobil nasional. Jika tidak ada kendala, maka Maret sudah selesai dan diperkirakan pada bulan Juni bisa digunakan untuk produksi massal.
Ketua Tm Riset Mobil Nasional UMS, Bambang Waluyo mengatakan jika dies ini sudah jadi maka pembuatan komponen-komponen mobil bisa dilakukan dengan cepat. "Dengan dies, pembuatan tidak lagi manual tapi dengan mesin, sehingga bisa cepat," kata Bambang saat ditemui di pameran mobil nasional yang diselenggarakan di UMS, 23-25 Februari 2012.
Bambang mengatakan untuk membuat mobil secara utuh, maka diperlukan dies dalam jumlah yang banyak. Bentuknya sesuai dengan komponen-komponen yang ada pada mobil. Diharapkan, setelah selesai pembuatan dies sasis, maka bisa berlanjut ke proses pencetakan dies komponen lainnya.
Sementara itu, pada pameran mobil nasional tersebut ada delapan mobil dengan beberapa tipe, yakni Sport Utility Vehicle (SUV), mini truck, ambulance, double cabin dan city car. Ada dua merk, yakni Esemka dan Tawon. Masing-masing memiliki tenaga (cc) yang berbeda.
Untuk Mobil Tawon dengan tenaga 650 cc, tipe SUV berdaya 1.500 cc. Masing-masing mobil juga dipatok dengan harga yang bervariasi. Untuk SUV seharga Rp 196,4 juta, double cabin Rp 165 juta, ambulance Rp 125 juta, city car Rp 60 juta.
( Hanung Soekendro / CN26 / JBSM )