
KIAN LEBAR: Pintu pelimpasan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri kian dibuka lebar, Kamis (23/2). Hal itu dilakukan karena tinggi muka air (elevasi) waduk terus meningkat. (suaramerdeka.com / Khalid Yogi)
WONOGIRI, suaramerdeka.com - Pintu pelimpasan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri telah dibuka selama dua hari. Namun, tinggi muka air (elevasi) waduk tidak kunjung turun, sebaliknya justru semakin meningkat. Karenanya, Perum Jasa Tirta kian membuka lebar pintu waduk, untuk menggelontorkan air 200 m3 per detik ke Sungai Bengawan Solo.
Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) IV Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Winarno Susiladi mengatakan, ketinggian air telah mencapai 135,68 meter dari permukaan laut (dpl), pukul 07.00. Padahal, sehari sebelumnya, permukaan air hanya mencapai 135,40 meter dpl.
Angka itu berada di atas water level control (kontrol level air) yang dipatok pada ketinggian 135,30 meter dpl. "Kami membuka dua dari empat pintu waduk, sehingga sekarang mampu membuang air sebesar 200 m3 per detik. Itu dilakukan agar ketinggian air dapat diturunkan pada level 135,50," katanya.
Setelah pintu waduk diperlebar, ketinggian air mulai menunjukkan penurunan. Pukul 09.00, ketinggiannya turun sedikit pada level 135,66. Dia memperkirakan ketinggian air menurun antara 1-2 sentimeter per jam. "Jika sudah menurun, pintu air ditutup secara bertahap," ujarnya.
Pembukaan pintu pelimpasan waduk itu dilakukan agar beban yang diterima bendungan tidak terlalu berat, sehingga akan membahayakan tubuh bendungan itu sendiri. Di sisi lain, sumbatan sampah telah mengakibatkan kerusakan pada satu dari dua turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Alhasil, hanya satu turbin yang dijalankan. Air sebanyak 30 m3 per detik dialirkan pada turbin tersebut, sehingga memproduksi 6,2 MW listrik.
( Khalid Yogi / CN26 / JBSM )