panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
23 Februari 2012 | 18:49 wib
Mahasiswa Temukan Pengusir Wereng Elektrik
.

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Hama wereng, nama yang sangat terkenal di dunia pertanian. Pasalnya, hama ini sering mengakibatkan petani gagal panen. Padi muda yang terserang wereng akan menguning dan mati, sedangkan tanaman padi yang tua bakal kosong.

Wereng menghisap cairan tanaman sehingga tanaman terlihat seperti terbakar yang biasa disebut puso. Selama ini untuk mengatasi hama wereng digunakan insektisida. Padahal insektisida tidak hanya meracuni hama serangga, tetapi juga tumbuhan yang terkena semprotannya.

"Obat tersebut sangat keras bahkan membunuh serangga pemangsa wereng, manusia pun terancam kesehatannya ketika mengkonsumsinya terus menerus," ungkap Eza Ria Friatna, mahasiswa jurusan Pendidikan Fisika Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Dia bersama Milatul Cholifah dari jurusan Pendidikan Biologi tergugah membuat alat pemberantas hama wereng cokelat (nilaparvata lugens) yang ramah lingkungan. Mereka menamakan karyanya, Lugens Elektronic Frequency (LEF). Prinsip kerja alat ini, tambah Eza, menggunakan frekuensi getaran bunyi untuk mengusir hama.

Eza menuturkan, LEF aman digunakan karena tidak merusak struktur fisiologi tumbuhan dan tidak menyebabkan populasi hama meningkat. Alat itu tidak membunuh serangga pemangsa wereng sehingga tidak merusak rantai makanan.

Sederhana

Milatul menjelaskan prinsip kerja alat ciptaannya sederhana yaitu mengeluarkan frekuensi dengan nilai tertentu. Frekuensi di atas 20 Khz membuat serangga takut karena insekta merupakan hewan yang peka terhadap energi vibrasi yang berada di dalam daerah frekuensi yang cukup tinggi.

"Alat ini menghasilkan frekuensi bunyi tertentu. Gelombang bunyi yang dihasilkan dapat didengar hama wereng, membuat pendengaran hama wereng terganggu karena adanya getaran terhadap otot-otot pendengaran insekta yang mengakibatkat rasa sakit. Wereng yang mendengarnya akan langsung menjauh," paparnya.

Rangkaian Lugens Electronic Frequency (LEF) terdiri atas beberapa bagian rangkaian elektronika. Baterai 9 volt menyuplai energi untuk rangkaian osilator dan rangkaian penguat daya. Rangkaian osilator menghasilkan sinyal frekuensi yang dapat diatur sebesar 15 – 30 KHz, tetapi sinyal ini masih lemah sehingga diperlukan rangkaian penguat daya.

Dalam pembuatan LEF dibutuhkan besi, aklirik serta rangkaian elektronika seperti baterai 9 volt, IC 555, resistor, transistor, audio trafo dan kapasitor. Karakteristik alat mereka, mengeluarkan frekuensi 15 -30 KHz untuk mengusir hama wereng cokelat. Hama wereng memiliki frekuensi pendengaran 18-20 KHz dan pada batasan tertentu wereng akan terganggu pendengarannya.

( Agung Priyo Wicaksono / CN33 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 3922
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 4259
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 4110
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 5266
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 3928
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:30 wib
05 September 2014 | 23:00 wib
FOOTER