
SEMARANG, suaramerdeka.com - Proyek multifungsi Waduk Jatibarang tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, namun juga penyedia air baku untuk Semarang bagian barat. Potensi air baku inilah yang ditawarkan Pemkot ke sejumlah investor, termasuk Jepang.
Wali Kota Soemarmo HS mengatakan, Pemerintah Jepang berharap kerja sama yang sudah terjalin bisa berlanjut hingga mengarah pada suplai air baku. Bantuan teknis yang mereka konsentrasikan pada Waduk Jatibarang antara lain pinjaman melalui JICA dan JBIC Jepang.
"Mereka punya kepentingan untuk terlibat lagi dalam proyek Waduk Jatibarang, khususnya pengelolaan air bersih," katanya usai paparan dengan investor dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang, hari ini (23/2).
Cakupan pelayanan air bersih PDAM saat ini baru menjangkau 40%. Diharapkan, terealisasinya kerja sama tersebut bisa meningkatkan area jangkauan hingga 70%.
Dalam kesempatan itu, dipaparkan sejumlah skema kerjasama. Pembangunan jaringan atau saluran air bersih yang dimulai dari hilir ke hulu, yang akan memanfaatkan Waduk Jatibarang. Semua biaya pembangunan hingga operasional dibiayai oleh investor, dengan skema BOT (Build Operated Transfer).
"Skema pertama investor membangun jaringan mulai dari intake-WTP-transmisi pipa, hingga reservoir (tempat penampungan air). Dan PDAM akan membeli air dari reservoir tersebut kemudian dijual ke konsumen," terangnya.
Skema kedua, semua biaya pembangunan jaringan mulai dari intake, WTP, transmisi pipa resevoir, sampai ke rumah (konsumen), ditanggung investor. Kesepakatan yang tercapai nantinya akan ditenderkan pada Juli mendatang. Sedangkan untuk asuransi akan diserahkan ke PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.
( Hartatik / CN33 / JBSM )