
SOLO, suaramerdeka.com - Bank BTPN berhasil menyalurkan pembiayaan untuk nasabah mikro senilai Rp 260 juta selama 2011. Tahun ini, ditargetkan kredit serupa bisa tumbuh 25 persen menjadi Rp 325 juta.
Regional Business Leader Bank BTPN Solo, Suci Winarta menyampaikan, nilai tersebut berasal dari sekitar 15.000 nasabah yang tersebar di kabupaten/kota se Eks Karesidenan Surkarta. Dia menyebutkan, bisnis pembiayaan mikro di BTPN telah menyumbangkan nilai pertumbuhan yang dinilai tinggi bagi perusahaan.
Tiga tahun terakhir, bisnis ini terus digarap dan dikembangkan melengkapi bisnis dana pensiunan yang sudah ada sejak puluhan tahun. Kini, proporsi pembiayaan pensiunan dibanding mikro adalah 79:21.
"Pembiayaan mikro sangat agresif dalam mendongkrak portofolio kredit kami. Pasar kami paling besar berasal dari sektor perdagangan," ujarnya saat ditemui sebelum melangsungkan Pelatihan "Daya Tumbuh Usaha", di Ce-es Resto, Kamis (23/2).
Adapun pelatihan digelar di BTPN Cabang Karang Gede, Boyolali dan diikuti sekitar 20 orang. Peserta merupakan nasabah pembiayaan mikro BPTN yang diberikan pelatihan dengan berbagai modul. Seperti pelatihan pengelolaan keuangan secara sederhana, penataan display barang, hingga pelatihan untuk meningkatkan penjualan.
Pelatihan semacam ini, menurut Suci sudah menjadi satu program yang memang sengaja didedikasikan kepada nasabah mikro. Hal ini menjadi satu nilai lebih BTPN dibanding bank lain. "BTPN berkomitmen terus membangun kapasitas masabah secara berkelanjutan dengan memberikan kesempatan untuk tumbuh dan mendapatkan peluang hidup yang lebih baik," ucapnya.
( Astuti Paramita / CN27 / JBSM )