
BANYUMANIK, suaramerdeka.com - Suryani (27) melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya di kamar kosnya Jalan Mangga Dalam, RT 6 RW 2, Banyumanik. Ketika sedang tidur terlelap, seseorang tak dikenal menyiram punggungnya dengan air keras.
Peristiwa yang menimpa ibu satu anak itu terjadi pada Rabu (22/2) sekitar pukul 01.30 WIB. Suryani yang kelelahan, tidur dengan lelap di kamar kosnya. Seharian ia bekerja di sebuah toko burger di Banyumanik dan baru pulang pukul 21.30 WIB. Sekitar pukul 01.30 WIB, samar-samar Suryani mendengar suara jendela nako seperti dicongkel.
Awalnya ia tidak menghiraukan karena mengira suara itu hanya ulah iseng teman-teman kos. Tapi lama-lama suara semakin keras hingga membuat Suryani tak nyaman. "Suaranya tidak berhenti, saya jadi takut lalu saya beringsut tidur agak menjauhi jendela," katanya saat melapor di Polrestabes Semarang, Kamis (23/2).
Ketakutan Suryani terbukti ketika jendelanya tiba-tiba terbuka dengan paksa. Suryani kaget. Namun belum sempat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, seseorang telah mengguyurkan suatu cairan hingga mengenai punggung dan sebagian tempat tidur. "Ternyata cairan itu air keras. Punggung saya langsung melepuh dan berasap," katanya.
Usai menyiram, pelaku langsung kabur meninggalkan Suryani yang berteriak-teriak kesakitan. Teman-teman korban pun berdatangan kemudian mengantar ke Rumah Sakit Banyumanik. Menurut Suryani peristiwa terjadi sangat cepat sehingga ia tidak bisa mengenali pelaku. Namun berdasar informasi teman-temannya, pelaku adalah suaminya sendiri Jatmiko (32).
"Saya tahu dari teman. Jadi Jatmiko itu mengirim sms kepada teman-teman, isinya memberitahu bahwa baru saja menyiram saya dengan air keras," tuturnya.
Dijelaskannya, ia dan Jatmiko membina rumah tangga sejak Januari 2002. Namun setahun belakangan hubungan itu retak dan terus memburuk sejak beberapa bulan terakhir. Sejak empat bulan lalu pasangan suami istri itu pisah ranjang. Jatmiko yang bekerja di bengkel pencucian mobil kini tinggal bersama temannya di Banyumanik.
Suryani tidak bersedia menceritakan ihwal penyebab keretakan rumah tangganya. Yang pasti selama menjadi suaminya, Jatmiko tak segan melukainya secara fisik. Empat tahun silam misalnya, Jatmiko pernah marah besar dan melempar piring ke kepala Suryani hingga terluka parah. Kasus ini masih dalam penanganan Polrestabes Semarang.
( Anton Sudibyo / CN33 / JBSM )