
DENPASAR, suaramerdeka.com - Sebanyak 500 aparat keamanan gabungan yang terdiri dari petugas dari Brimob, TNI, Polda Bali, Polres Badung, dan Polresta Denpasar pagi tadi berjaga-jaga di depan Lapas Kerobokan di Denpasar, Bali, hal tersebut dikarenakan penghuni lapas tersebut kembali rusuh.
Hal ini disampaikan Kapolres Badung, AKBP Beny Arjanto, kepada wartawan di depan LP Kerobokan di Jl Tangkuban Perahu, Badung, Kamis (23/2).
500 pasukan tersebut telah berjaga sejak semalam hingga pagi ini.
Hingga pagi tadi tepatnya pukul 05.30 WIB sudah tidak ada lagi lemparan molotov dari dalam LP Kerobokan, namun water canon masih berjaga di depan LP. Polisi belum mulai masuk melihat situasi di dalam LP.
Kerusuhan di LP Kerobokan terjadi sejak Selasa (21/2) malam. Kapolda Bali Irjen Pol Totoy Indrawan menyebut rusuh di LP Kerobokan karena persoalan internal yakni kapasitas yang melebihi batas, diskriminasi dan keributan utang-piutang di antara napi pada Minggu (19/2).
"Karena ada diskriminasi dan ketidakadilan di dalam lapas, serta tingkat kapasitas overload," jelas Totoy.
( dtc / CN32 )