
RINGSEK: Truk pengangkut pasir AD 1566 KE ringsek dihantam kereta api dievakuasi dari lintasan KA Krapyak, Merbung, Klaten Selatan, Rabu (22/2). (suaramerdeka.com / Achmad Hussein)
KLATEN, suaramerdeka.com - KA Argo Wilis jurusan Bandung-Surabaya menabrak truk pengangkut pasir di Jl Lingkar Selatan, Kampung Krapyak, Desa Merbung, Kecamatan Klaten Selatan, Rabu (22/2). Akibatnya, selain menewaskan sopir truk, yang identitasnya belum diketahui, kecelakaan itu juga menyebabkan bodi truk ringsek.
Beberapa saksi mata di lokasi mengatakan, pukul 14.45 truk bernomor polisi AD 1566 KE itu melaju dari arah barat Jl Lingkar Selatan. Meski muatan penuh, hanya ada sopir dan tidak membawa kondektur. Setiba di lintasan berpalang pintu Kampung Krapyak, truk nekat melaju saat palang turun hendak ditutup.
"Palang saya lihat terlambat menutup sedang truk masuk sebagian,'' kata Junaidi (35) warga Kampung Damaran, Kalurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah yang ada di dekat lokasi kejadian, Rabu (22/2).
Meski palang berbunyi hendak menutup, sopir tak menghentikan kendaraan dan terus melaju. Saat ban depan berada di atas rel KA ganda, KA eksekutif Argo Wilis melaju kencang dari barat dan langsung menghantam badan truk. Hantaman keras menyebabkan muatan pasir berantakan.
Bak dan kemudi truk hancur bahkan posisi truk berbalik ke arah ke utara akibat kerasnya hantaman. Sopir terlempar 15 meter dan tewas dengan luka parah di bagian kepala dan kaki. Warga yang mendengar tabrakan berhamburan menolong dan melapor polisi.
Petugas Sat Lantas Polres Klaten yang datang ke lokasi kejadian tak menemukan indentitas di tubuh korban. Ciri fisik, tinggi sekitar 165 sentimeter, rambut sebahu ikal, kulit hitam, mengenakan kaos berkrah abu-abu dan celana jins selutut.
Menurut penjaga lintasan KA, Subandi (42) warga Dusun Soka, Desa Tambong Wetan, Kecamatan Kalikotes, truk nekat masuk lintasan meski palang sudah dihidupkan. "Sebab terlanjur masuk bagian kemudi, saya tunggu sebentar," katanya.
Namun truk yang diharapkan berjalan cepat tidak berjalan cepat karena sarat muatan pasir. Akibat kecelakaan tersebut perjalanan kereta api dari timur dan barat tersendat. Kapolres Klaten AKBP Kalingga Rendra Raharja melalui Kasat Lantas AKP Yuswanto Ardi mengatakan tabrakan masih diselidiki penyebabnya dan olah TKP sudah dilakukan.
( Achmad Hussain / CN26 / JBSM )