
SOLO, suaramerdeka.com - Sejumlah wakil rakyat di DPRD sepakat Jalan Slamet Riyadi dibangun videotron. Media yang menanyakan produk-produk iklan itu dibangun untuk menggantikan reklame-reklame yang ada dan terkesan semrawut. Ide pembangunan videotron itu juga membahana saat pembahasan akhir Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Reklame oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Surakarta.
Ketua Pansus Honda Hendarto menyebutkan, Wali Kota Joko Widodo (Jokowi) pernah menyampaikan jalan yang menjadi ikon Kota Bengawan itu dihiasi dengan videotron. Menurutnya, keberadaan videotron akan meringkas semua reklame-reklame yang besar di Jalan Slamet Riyadi dan diganti dengan videotron. "Kalau tidak salah jumlahnya videotron yang dibutuhkan antara tiga atau empat buah," katanya, Rabu (22/2).
Disinggung mengenai penataan reklame secara luas di Surakarta, untuk menindaklanjuti hal itu pansus tengah menunggu kajian dari tim bentukan Pemkot. Tim tersebut akan melakukan analisa dan penentuan zona-zona reklame di Surakarta.
"Nantinya ada tiga kawasan yakni kawasan reklame, terbatas, dan bebas. Nah, jalan-jalan mana saja yang masuk dalam kawasan itu akan dikaji oleh tim yang berasal dari Pemkot, Asosiasi Perusahaan dan Praktisi Periklanan (Asppro) Surakarta, dan beberapa pihak lainnya. Hasilnya ditetapkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali)," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surakarta, Muhammad Rodhi mengatakan, meski belum mengetahui terkait wacana pembangunan empat videotron di Jalan Slamet Riyadi. Namun jika memang videotron dibutuhkan, menurutnya, upaya itu tidak apa-apa. "Yang jelas, memang harus ada penataan reklame di Surakarta. Sehingga, tidak terlihat semrawut seperti sekarang," ujarnya.
( Budi Sarmun S / CN31 / JBSM )