
KLINIK TARI: Personel Leine Roebana Dance Company, Belanda, memberi klinik tari gratis. Grup tersebut berencana pentas "Gosht Track Indonesian Tour" di Semarang. (suaramerdeka.com/Bambang Isti)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebuah gerakan kecil akan menjadi sangat bermakna jika ditarikan dengan jiwa. Esensi ini yang akan disampaikan oleh grup tari produk kolaborasi penari Belanda dan Indonesia, yaitu Leine Roebana Dance Company, besok Kamis (23/2), di Auditorium RRI Semarang, yang rencananya akan berlangsung dengan durasi 75 menit.
Menggabungkan unsur eastern yang diwakili oleh garakan "lanang" atau "gagahan" tari Jawa dan gerak western kontemporer ber-basic balet klasik. Dapat dipastikan akan menghasilkan sebuah pertunjukan tari yang menarik. "Ini sebuah pertunjukan yang penuh dengan perenungan dan filososfi hidup yang layak ditonton," kata Niken, salah satu penari asal Semarang, Rabu (22/2).
Bagi kelompok tari yang dipimpin Leine Roebana itu, kolaborasi itu merupakan hasil komunikasi lewat media online, "Awalnya kami saling kenalan lewat internet, terus kami di-invite. Maka jadilah untuk saling mengunjungi baik di Belanda maupun di Indonesia," kata Sandhidea, mahasiswa jurusan tari yang ikut mendukung kelompok kolaborasi itu.
Pada tiap pertunjukan, "Kami menyiapkan repertoar tari yang akan kami tampilkan ini selama 3 bulan di Belanda. Persisnya 1,5 bulan menyusun tarian dan latihan-latihan, selebihnya kami tur di Belanda," kata Sandhidea.
"Kami siap tampil selama 75 menit dengan repertoar yang menggabungkan dua unsur kebudayaan klasik kontemporer itu," kata Sandhidea C Narpati salah satu personel Leine Roebana Dance Company Rabu (22/2) gedung kesenian Sobokarti, Semarang.
( Bambang Isti / CN32 / JBSM )