
SEMARANG, suaramerdeka.com - Mahasiswa kesehatan yang terdiri dari Fakultas Kedokteran umum dan gigi, kebidanan, keperawatan dan farmasi bertekad akan memperkuat jaringan untuk mengentaskan permasalahan kesehatan di masyarakat. Hal ini mengemuka dalam rakernas Jaringan Mahasiswa Kesehatan Indonesia (JMKI) yang berlangsung di Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unissula.
Dalam rakernas tersebut muncul kesepakatan dari mahasiswa untuk melakukan advokasi tentang kesehatan dan gizi masyarakat. Menurut Wakil Dekan 3 FIK Wahyu Endang Setyawati, dalam rakernas ini semua elemen mahasiswa kesehatan bersatu mencurahkan pemikiran dalam penanganan permasalahan kesehatan di Indonesia. "Salah satu poin yang penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," kata Endang, Rabu (22/2)
Dijelaskan, pada kegiatan yang diikuti sekitar 75 perwakilan mahasiswa dari 25 universitas di Indonesia, akan mengambil langkah konkret dalam menuju Indonesia sehat. Endang mengatakan, mahasiswa kesehatan akan mengawal kebijakan kesehatan pemerintah agar tepat sasaran. "Sudah menjadi kewajiban JMKI sebagai wujud pengabdian masyarakat agar memberikan kontribusi nyata dalam memberikan solusi permasalahan kesehatan," paparnya.
Memang, sambungnya, masing masing profesi kesehatan mempunyai fungsional sendiri-sendiri. Namun, pada hakekatnya kelima profesi yaitu dokter, dokter gigi, perawat, bidan dan farmasi peran dalam memberikan pelayanan kesehatan tidak bisa dipisahkan. "Dalam mukernas ini juga membahas sinergitas antar profesi agar lebih maksimal," kata Endang.
( Krisnaji Satriawan / CN32 / JBSM )