
SEMARANG, suaramerdeka.com - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng diminta turut serta mendorong partisipasi lembaga penyiaran untuk bisa mempromosikan program Visit Jawa Tengah (VJT) 2013. Setahun sebelum realisasi program atau pada 2012, VJT memasuki tahap promosi total. Promosi itu dapat dilakukan melalui iklan layanan masyarakat di lembaga penyiaran seperti media televisi lokal dan radio.
Karena itu, dorongan KPID berperan penting demi mewujudkan kesuksesan program tersebut. "Memasuki tahun promosi, kami meminta dukungan KPID Jateng untuk turut serta mendukung Visit Jawa Tengah 2013. KPID wajib membantu mengontrol konten siaran yang sifatnya mendorong peningkatan budaya lokal dan kesadaran masyarakat, misalnya lewat iklan layanan masyarakat," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jateng Prasetyo Aribowo di sela-sela Sosialisasi VJT 2013 di Museum Jawa Tengah Ronggowarsito, Semarang, Selasa (21/2).
Kegiatan yang digelar Dinbudpar bekerja sama dengan KPID itu dihadiri ratusan perwakilan lembaga penyiaran televisi dan radio di Jateng. Menurut Prasetyo, iklan layanan masyarakat diperlukan untuk mendukung kesuksesan VJT. Adapun, isi layanan masyarakat bisa berupa imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan di lokasi wisata. Selain itu, masyarakat juga diharapkan ramah tamah saat menghadapi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jateng Isdiyanto berharap, lembaga penyiaran memang bisa mendukung program VJT. Sesuai Undang-Undang Nomor 32/ 2002 tentang Penyiaran, konten iklan komersial untuk lembaga penyiaran 20 persen dari seluruh isi siaran. Untuk iklan layanan masyarakat, harus bisa mengakomodasi 10 persen dari seluruh konten siaran. Khusus Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD), iklan layanan masyarakat harus mengakomodasi 30 persen dari seluruh konten siaran.
( Royce Wijaya / CN32 / JBSM )