
SERANG, suaramerdeka.com - Empat orang warga Jakarta yang berkeinginan belajar ilmu debus ke Banten yang dikenal memiliki ilmu kekebalan tubuhnya, justru harus mengalami nasib naas. Dua diantaranya malahan tewas setelah disiram air keras.
Korban tewas diketahui bernama Dedi Supriadi (26) dan Andri (26) warga Cilingcing, Jakarta Utara. Keduanya tewas setelah disiram air keras saat belajar debus di Desa Sukawarna, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Senin (20/1).
Yang lain juga bukannya tidak luput dari celaka. Satu korban lainnya bernama Rohman Abdurohman (30) yang juga warga Cilingcing, Jakarta Utara mengalami luka melepuh di lengan kananya. Sedangkan satu lainnya, Hendro, selamat.
Bermula saat Dedi Supriadi, Andri, Rohman Abdurohman, dan Hendro, datang ke Banten dan menemui Abah Jaenul untuk belajar debus. Saat datang ke rumah Abah Jaenul, empat pemuda itu kemudian menyampaikan keinginanya untuk belajar ilmu kekebalan tubuh.
Abah Jaenul yang diketahui sangat sakti itu kemudian menggelar ritual dan memandikan para pemuda itu dengan air yang telah diberi mantera dan dicampur bunga tujuh rupa. Usai dimandikan, ke empat pemuda itu langsung diuji coba dengan air keras secara bergantian.
( MIOL / CN32 )