panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 Februari 2012 | 20:05 wib
Korban Jagal Gay Nganjuk Bertambah

NGANJUK, suaramerdeka.com - Otoritas Kepolisian Kabupaten Nganjuk memastikan bahwa jumlah korban tewas akibat pembunuhan yang dilakukan Mujianto (24), laki-laki gay asal Desa Jatikapur, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri bertambah.

Kapolres Nganjuk AKBP Anggoro Sukartono mengatakan bahwa Subekti (60) alias Wiji alias Mbak Bolot adalah korban baru pembunuhan yang dilakukan Mujianto. Subekti adalah warga Gang VI, Kelurahan/Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. "Keluarga korban sudah melapor kemarin. Berdasarkan keterangan yang disampaikan keluarga korban, kami pastikan bahwa Wiji adalah salah satu korban pembunuhan yang dilakukan Mujianto. Kini, total korban meninggal dunia jadi 5 orang," kata Kapolres AKBP Anggoro Sukartono, Senin (20/2).

Korban Subekti alias Wiji diketahui meninggal dunia pada 6 Oktober 2011 sekitar pukul 24.00 WIB lalu. Korban yang merupakan bapak dari Ardi (28) dan Desi (25) itu terkulai lemah di sebuah mushola yang ada di gang buntu Kecamatan Pace, Kabupaten Kediri. Dalam kondisi kesakitan, korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat dan penjaga mushola itu dijemput adik kandungnya, Suryantoro (50), dan dibawa pulang.

Sebelum mengerang kesakitan, korban mengaku keluar dari rumah untuk memenuhi panggilan seseorang dari Desa Gringging, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri melalui SMS untuk dipijat. Bersama pria yang mengaku bernama Andika (diduga nama samaran Mujianto), Wiji mampir ke sebuah warung. Korban sempat makan dan minum teh. Tapi, setelah itu korban mengeluh sakit perut dan pusing kepala. Saat sadar, dompet miliknya yang berisi uang tunai sekitar Rp 1 juta raib.

Selain Wiji alias Subekti, ada 4 korban tewas lain akibat pembunuhan yang dilakukan Mujianto. Keempatnya adalah Ahyani (46), PNS asal Kampung Tokelan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo; Romadhon (55) warga Desa/Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi; dan Sudarno (42), warga Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Selain itu, ada satu korban lagi masih belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, petugas Polres Nganjuk dan Polda Jatim membongkar makam di Dusun Sembung, Desa Sumberkepuh, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk yang di dalamnya ada jenazah Sudarno (42). Pembongkaran makam itu dilakukan atas permintaan keluarga. Sudarno dimakamkan di sana karena korban kali pertama ditemukan di rumah Samidjan, warga  Dusun Batur, Desa Sumberkepuh. Saat ditemukan, kondisi korban lemah dan mulutnya mengeluarkan busa. Korban sempat dilarikan ke puskesmas setempat, tapi akhirnya meninggal dunia.

Setelah makamnya dibongkar dan jenazahnya diambil, keluarga Sudarno langsung membawanya ke kampung halamannya untuk dimakamkan. Dengan memakai ambulans, jenazah Sudarno dibawa keluarganya ke Desa Kedungprahu, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. "Sesuai kesepakatan keluarga setelah jenazahnya tiba tadi siang langsung dimakamkan," ujar kakak ipar korban, Pujiono. Korban Sudarno meninggalkan seorang istri dan seorang anak berusia 9 tahun yang masih duduk di kelas dua SD.

( Ainur Rohim / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 15:19 wib
Dibaca: 136
27 Mei 2012 | 15:09 wib
Dibaca: 102
27 Mei 2012 | 14:59 wib
Dibaca: 107
27 Mei 2012 | 14:40 wib
Dibaca: 119
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER