
KUDUS, suaramerdeka.com - Rencana pembangunan rumah fosil untuk menyimpan dan memajang fosil temuan Situs Patiayam yang akan dilakukan tahun ini tampaknya optimistis bisa direalisasikan. Disisi lain anggaran untuk telah disiapkan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabpaten Kudus, Hadi Sucipto menjelaskan, soal anggaran pihaknya memang telah menyiapkannya, namun untuk nominalnya sementara belum bisa disebutkan. "Yang pasti kami masih mematangkan rencana pembangunan rumah fosil," katanya.
Mengenai lokasi yang nantinya akan didirkana rumah fosil, pihaknya menjelaskan sebenarnya tidak jauh-jauh dari Balai Desa Terban, yaitu disebelah selatannya. "Lahan ini dinilai ideal, disisi lain juga masih dalam satu kompleks dengan Situs Patiayam," terangnya.
Pihaknya juga menjelaskan kembali soal ambisi membangun rumah fosil, pihaknya menjelaskan tentunya ini untuk menjaga keberadaan fosil tersebut. "Disisi lain sekaligus sebagai ruang pamer, dan untuk keperluan penelitian," paparnya.
Ditanya soal rencana soal pendirian museum, ia mengaku hal itu tidak bisa diwujudkan karena persyaratannya cukup kompleks, dan sulit dipenuhi. "Oleh karena itu kami memilih rumah fosil untuk dapat direalisasikan," imbuhnya.
Kepala Balar, Siswanto usai menyerahkan laporan hasil penelitian di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus kemarin menjelaskan, memang keberadaan rumah fosil merupakan sebagai salah satu wujud upaya pelestarian cagar budaya yakni fosil. "Pada prinsipnya kami mendukung dan merekomendasikan perencanaan pembangunan rumah fosil tersebut," terangnya.
Bahkan pihaknya mempunyai desain dari rumah fosil tersebut, dan kelihatannya cukup ideal untuk dibangun di sekitar Kompleks Situs Patiayam. "Ukuran dan desainnya cocok untuk dibangun di Kompleks Situs Patiayam," ujarnya.
Ditanya soal hasil dari penelitian serta ekskavasi yang berlangsung sepekan lalu, Siswanto menjelaskan, secara ilmiah sejumlah temuan dari lapisan bawah tanah membuktikan bahwa wilayah penelitian yang berlangsung Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, masih satu jaman, dengan usia rata - rata antara 750 ribu tahun sampai dengan 1,5 juta tahun yang lalu. "Diantaranya adalah ekofak atau fosil, artefak batu berupa choper, dan perkutor. Kemudian artefak spatula, dan dasar inilah yang mendorong untuk didirikannya rumah fosil," ungkapnya.
( Ruli Aditio / CN34 / JBSM )