panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
19 Februari 2012 | 23:17 wib
Jatuh Cinta, Awal Pengaruh Karya Para Penyair Besar

SEMARANG, suaramerdeka.com - Di Indonesia banyak penyair yang mulai menulis puisi karena jatuh cinta. Karena itu tak mengherankan ketika banyak anak muda yang tiba-tiba menjadi penyair. Mereka menulis puisi-puisi cinta semasa duduk di bangku SMP atau SMA. Tentu saja itu modal bagus bagi masa depan kepenyairan mereka.

Hal itu dikatakan penyair Semarang Gunoto Saparie ketika memberikan ceramah apresiasi sastra di Ruang Audio Visual SMPN 20 Genuk Semarang, Jumat (17/2) lalu. Ceramah itu diikuti oleh sekitar 100 siswa sekolah bersangkutan yang memiliki minat terhadap sastra, khususnya puisi.

Gunoto mengatakan, masa remaja merupakan masa subur bagi kreativitas penulisan puisi. Banyak penyair besar Indonesia maupun dunia yang melahirkan puisi-puisi cinta justru ketika remaja. "Lihat saja, misalnya puisi-puisi Rendra, Emha Ainun Nadjib, atau Sapardi Djoko Damono. Puisi-puisi cinta mereka yang indah dan menyentuh justru diciptakan ketika mereka berusia muda," kata Ketua Bidang Kerja Sama Dewan Kesenian Jawa Tengah itu seraya menceritakan awal mula kepenyairannya.

Gunoto menambahkan, banyak puisi yang sulit dipahami masyarakat. Puisi-puisi demikian biasanya penuh simbol, metafora, dan personifikasi. "Namun sebenarnya puisi itu untuk dinikmati, bukan buat dipahami," katanya. Dia juga menambahkan, sesungguhnya banyak juga penyair yang menulis puisi komunikatif, mudah diberi tafsir.

Pada kesempatan itu Gunoto menunjukkan beberapa contoh puisi yang sulit dipahami, antara lain karya Goenawan Mohamad, Abdul Hadi WM, dan Sutardji Calzoum Bachri. Selain itu juga ditunjukkan contoh-contoh puisi yang mudah dipahami dan diberi tafsir seperti karya Taufik Ismail dan Rendra. Gunoto pada kesempatan itu juga membacakan beberapa puisi karyanya dan karya beberapa penyair senior lain.

Sementara itu guru mata pelajaran bahasa Indonesia SMPN 20 Genuk Dra Rini Ganefa mengatakan, kegiatan ceramah apresiasi sastra ini diharapkan bisa lebih mendekatkan para siswa terhadap sastra. Dia menambahkan, dengan semakin dekat siswa juga bisa mengenal para sastrawannya.

( Yulianto / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 15:19 wib
Dibaca: 130
27 Mei 2012 | 15:09 wib
Dibaca: 101
27 Mei 2012 | 14:59 wib
Dibaca: 106
27 Mei 2012 | 14:40 wib
Dibaca: 117
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER