
WONOGIRI, suaramerdeka.com - Wonogiri saat ini hanya mempunyai lima Puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Kelimanya tersebar di lima eks-Distrik, yakni ada di Kecamatan Pracimantoro, Wuryantoro, Baturetno, Purwantoro, dan Jatisrono.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri, dr Widodo MKes baru-baru ini mengatakan, Puskesmas di kota kabupaten justru tidak dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Sebab, pasien rawat inap di wilayah perkotaan sudah bisa dilayani di RSUD dan rumah sakit setempat. "Kalau di kota tidak ada Puskesmas rawat inap soalnya sudah banyak rumah sakit," katanya.
Dia menambahkan, sebenarnya lebih membutuhkan peningkatan Puskesmas menjadi rumah sakit, setidaknya bertipe D. Keberadaan rumah sakit sangat dibutuhkan di wilayah Baturetno. Pasalnya, wilayah itu belum memiliki rumah sakit. "Baru wacana meningkatkan Puskesmas Baturetno menjadi rumah sakit. Sebab, daerah itu jauh dari rumah sakit," katanya.
Meski demikian, pihaknya mengakui, peningkatan status Puskesmas menjadi rumah sakit memerlukan tambahan fasilitas dan sumber daya manusia yang banyak. Dia mencontohkan untuk menjadi rumah sakit tipe D membutuhkan minimal 50 bed (tempat tidur).
Di samping itu, rumah sakit minimal mempunyai empat fasilitas (poli) besar, yakni bedah umum, penyakit dalam, penyakit kandungan dan kebidanan, serta poli anak. "Itu belum termasuk yang kecil-kecil. Di tambah lagi IGD (Instalasi Gawat Darurat), ruang ICU, dan ruang periksa," katanya.
Di samping itu kebutuhan personel (SDM) jika harus ditambah jika menjadi rumah sakit. Padahal, jumlah personel rawat inap yang ada sekarang saja masih kurang.
Untuk itu, pihaknya telah mengajukan usulan kepada pemerintah pusat. Sementara, Pemkab mengalami kendala keterbatasan anggaran. "Untuk mewujudkan wacana itu perlu biaya besar. Sebaiknya, pengalokasiannya dari pemerintah pusat," katanya.
( Khalid Yogi / CN34 / JBSM )