
KUDUS, suaramerdeka.com - Juru pelihara (jupel) cagar budaya Menara Kudus belum terisi hingga saat ini setelah jupel sebelumnya meninggal dunia. Kekosongan tersebut bakal segera diisi oleh orang yang bertugas sehari-hari di Masjid Al Aqsha dan Menara Kudus.
Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), KH Nadjib Hasan, Minggu (19/2). Menurut Nadjib kekosongan jupel selama beberapa bulan ini tidak mengakibatkan perawatan cagar budaya itu terbengkalai. Pasalnya masih ada petugas di yayasan yang tetap merawat cagar budaya kebanggan warga Kudus. "Perawatan tidak berpengaruh negatif, karena ada banyak petugas. Ada kuota jupel kami usulkan saja," katanya.
Pengusulan jupel baru, katanya, sedang diproses oleh Balai Pelestari Peninggalan Purbakala Jawa Tengah. Pekan depan, petugas yang direkomendasikan akan menghadap pihak BP3 Jateng. Nadjib tidak mempersoalkan latar belakang pendidikan jupel, karena dari sisi tugas pokok dan fungsi perawatan telah dapat dijalankan.
"Sudah sy konsultasikan ke BP3 Jateng, latar belakang pendidikan tidak masalah meskipun hanya lulus SD. Yang penting ada rekomendasi pengelola dan menunjukkan keseriusan," ujarnya.
Menara Kudus saat ini memerlukan perawatan. Pasalnya telah mengalami pelapukan pada dinding sebanyak 75 persen karena faktor usia dan pengaruh cuaca. Sebagian badan menara juga retak. Pelapukan tampak adanya dinding yang terkelupas.
( Zakki Amali / CN34 / JBSM )