panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
19 Februari 2012 | 15:48 wib
Permintaan Rumah Deras, Pengembang Kekurangan Tenaga Kerja


SOLO, suaramerdeka.com -
Derasnya permintaan pembangunan rumah di berbagai wilayah di eks Karesidenan Surakarta membuat sejumlah pengembang kewalahan. Bahkan, belakangan pengembang kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja.

Diutarakan Ketua Real Estat Indonesia (REI) Cabang Solo, Yulianto, properti merupakan sektor yang menyerap banyak sekali tenaga kerja. Sayang, derasnya permintaan di sekotor ini tidak diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja. Akibatnya, dua bulan ini pengembang terpaksa merampungkan proyek dengan jumlah tenaga kerja yang terbatas.

Tidak hanya para pengembang, banyak pula orang pribadi yang sekarang ini tengah membangun. Lantaran upahnya yang lebih tinggi, banyak kemudian dari pekerja lebih banyak terserap ke pembangunan rumah pribadi.

"Upah tenaga kerja di rumah pribadi tentu lebih tinggi, karena itu mereka mungkin lebih senang bekerja borongan di rumah umum yang bukan proyek pengembang. Akibatnya, pengembang kekurangan pekerja untuk merampungkan proyek," kata dia.

Dia mencontohkan, dari kebutuhan sebanyak 700 pekerja di perumahan yang dikembangkannya, baru 500 orang yang tersedia. Hal ini cukup merepotkan karena sedikit banyak akan berakibat pada jadwal molornya penyelesaian proyek.

Kendati demikian, pihaknya tidak bisa serta merta menaikkan upah pekerja lantaran untuk menghindari pasar yang tidak sehat. Diprediksi, apabila satu pengembang menaikkan upah tenaga kerja maka pengembang lain akan mengikuti strategi serupa. Hal ini dikhawatirkan malah akan mendongkrak biaya pembangunan.

"Perkembangan properti di Solo sedang bagus-bagusnya. Hal ini didukung perbankan yang makin variatif menawarkan berbagai produk," imbuhnya. Di sisi lain, segera diumumkannya skema fasilitas likuiditas pembiyaan perumahan (FLPP) oleh pemerintah dalam waktu dekat juga akan mendorong permintaan rumah makin tinggi. Sebab, suku bunga acuan Bank Indonesia sekarang ini sedang rendah. Baik pengembang atau konsumen dirasa tidak akan melewatkan kesempatan ini.

"Skema FLPP sudah disepakati, hanya saja memang belum diumumkan secara resmi. Kita tunggu saja bersama bagaimana keputusannya," tandasnya.

( Astuti Paramita / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 15:19 wib
Dibaca: 121
27 Mei 2012 | 15:09 wib
Dibaca: 97
27 Mei 2012 | 14:59 wib
Dibaca: 102
27 Mei 2012 | 14:40 wib
Dibaca: 114
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER