
BANTUL, suaramerdeka.com - Polisi belum berani memastikan tiga fasilitator pelarian 35 imigran gelap asal Afganistan, Iraq dan Iran oknum TNI atau tidak. Sebab, ketiganya berhasil meloloskan diri dari dari sergapan petugas Polres Bantul.
Untuk mengamankan ke 35 imigran asal Timur Tengah tersebut, maka pihak kepolisian telah menitipkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pajangan, Kabupaten Bantul. "Kami belum bisa memastikan ketiga fasilitaor itu oknum TNI atau tidak, karena berhasil kabur,'' kata AKP Alal Prasetya, Kasat Reskrim Polres Bantul, Sabtu (18/2).
Lebih lanjut AKP Alaal Prasetya mengatakan, sampau saat ini pihaknya masih belum dapat menyimpulkan keterangan dari tiga orang sopir minibus yang digunakan mengangkut para imigran gelap tersebut dari Kelapa Gading Jakarta menuju pantai Samas Sri Gading Sanden.
Menurut mereka baik pengemudi bus maupun saksi ada tiga orang menggunakan jaket hitam, dan mereka yakin ketiga orang tersebut adalah oknum TNI. Namun sejauh ini, pihaknya belum berani memastikan karena ketiganya berhasil lolos.
Saat ini, ketiga sopir minibus nopol B 7520 IC, B 7156 BQ dan B 7359 ST dari Jakarta itu masih berstatus sebagai saksi. "Sementara ini mereka (ketiga sopir) masih sebagai saksi. Ketiganya sudah kami mintai keterangan," tambahnya.
Sementara itu, pengemudi mobil Avanza nopol AB 1918 FC, Agus yang belakangan diketahui bernama Sigit warga Nanggulan Kulonprogo tutut digeret ke Mapolres Bantul. Namun, usai menjalani pemeriksaan, ia dilepas karena masih berstatus sebagai saksi.
Menurut Wira, salah satu sopir mini bus, sebelum memasuki wilayah Bantul rombongan imigran dijemput oleh sebuah mobil Avanza, kemudian mereka mengikutinya hingga pantai Samas. "Mobil itu sudah menunggu di salah satu perempatan di daerah Kulonprogo," ujarnya.
Hingga malam ini nasib ke 35 imigran gelap asal Timur Tengah masih terkatung-katung. Para imigran gelap ini mendekam di blok C sampai ada kejelasan penempatan dari kantor imigrasi DIY. "Kami belum tahu, sampai kapan. Karena kami hanya dititipi," kata Seksi pelayanan Tahanan Lembaga Pemsyarakatan (LP) Pajangan, Sirwan, Sabtu (18/2).
( Sugiarto / CN26 / JBSM )