panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 Februari 2012 | 18:57 wib
Siswa SMP Ekspresikan Kreativitas dalam Baju Karung
image

PERCAYA DIRI: Siswa SMP 32 Semarang memperagakan busana berbahan bekas karung kandum, beras dan spanduk saat fashion show di halaman sekolah, Sabtu (18/2). (suaramerdeka.com/ Maulana M Fahmi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sampah yang biasanya dianggap sebagai bahan yang tak berguna. Namun dengan sentuhan seni, barang sisa tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengekspresikan seni dan kreativitas. Itulah yang tampak dalam perayaan HUT ke-24 SMPN 32 Semarang.

Dengan penuh senyuman dan sapa yang hangat mereka berlenggak-lenggok bak peragawan dan peragawati profesional di atas panggung. Meskipun cuaca cukup terik pagi itu, Sabtu (18/2), dengan penuh semangat dan percaya diri memamerkan hasil inovasi dan imajinasi mereka dalam sebuah fashion show.

Bukanlah kain sutra atau wool, melainkan baju yang berbahan dari karung gandum dan goni yang disulap menjadi baju dengan berbagai model.

Ya, dalam acara yang bertemakan Back to Nature itu, seluruh siswa SMP yang terletak di Jl Ki Mangunsarkoro No 1 menunjukkan buah karya mereka dalam memanfaatkan limbah seperti karung, pelepah pisang dan botol.

Tak hanya baju, dalam acara tersebut juga dipamerkan hasil kerajinan siswa yang memanfaatkan sampah di sekitar sekolah seperti lukisan dari pelepah pisang, tas yang juga dari karung bekas, kalung dan kaligrafi.

Sonia, siswa kelas 8, mengatakan sangat bangga memamerkan baju dari karung bekas hasil rancangannya. Ia membutuhkan waktu seminggu untuk mendesain dan merancang baju tesebut. "Aku yang merancang, ibu yang menjahit. Bangga rasanya bisa memanfaatkan bahan bekas," kata dia.

Kepala SMPN 32 Semarang Parlin MAg mengatakan, pihaknya memang tengah gencar menggalakkan gerakkan Go Green di kalangan siswa. "Nilai yang ingin kami tekankan adalah siswa mencintai lingkungan. Jika sudah cinta mereka akan menjaga lingkungan dari kerusakan," tandas Parlin.

Ia berpendapat, pendidikan adalah sebagai benteng untuk mempertahankan kearifan lokal dengan pembelajaran yang kreatif, inovatif dan efektif.

Membuka acara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan, Disidik selalu mendorong sekolah untuk menciptakan Go Green di lingkungannya. "Dengan suasana yang asri, indah dan teduh juga meningkatkan semangat anak didik dalam belajar," ujar Bunyamin.

Diungkapkan, berdasar pantauannya, sudah 70% sekolah di Semarang melakukan gerakan Go Green ini.

( Krisnaji Satriawan , Maulana M Fahmi / CN33 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 15:19 wib
Dibaca: 118
27 Mei 2012 | 15:09 wib
Dibaca: 97
27 Mei 2012 | 14:59 wib
Dibaca: 102
27 Mei 2012 | 14:40 wib
Dibaca: 114
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER