panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 Februari 2012 | 13:23 wib
Lima Provinsi Sumbang 50 Persen Kematian Bayi
image

TEMUI PASIEN: Dirjen Bina Gizi dan KIA Kemenkes RI, Dr dr Slamet Riyadi Yuwono DTM & HMARS didampingi Wakil Bupati Kebumen, Djuwarni AMd Pd menemui pasien balita di RSU Purwogondo. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Sebanyak lima provinsi menyumbang 50% kematian bayi di Indonesia. Kelima provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan Banten. Hal ini terkait dengan jumlah penduduk yang besar di tiap-tiap provinsi tersebut.

"Maka dari itu, penurunan kematian bayi di provinsi yang mempunyai jumlah kematian terbanyak diharapkan memberikan dampak besar terhadap penurunan kematian bayi secara nasional," ujar Direktur Jenderal Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI Dr dr Slamet Riyadi Yuwono DTM & HMARS dalam kunjungan kerja di Kebumen, Sabtu (17/2).

Menurut Slamet, target MDG 4 ialah menurunkan angka kematian balita 2/3 dari kondisi tahun 1990. Namun perlu disadari tingginya masih kesenjangan angka kematian baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, pada anak yang dilahirkan dari keluarga yang memiliki sosio-ekonomi yang rendah serta mereka yang tinggal di pedesaan.

"Kesenjangan ini sangat terkait dengan kemudahan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta keterbukaan daerah terhadap pembangunan ekonomi, ketersediaan sumber daya serta kebijakan dari masing-masing daerah," ujarnya.

Dari data Dinas Kesehatan Jateng, Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2011 mencapai 116,01 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) 10,34 per 1000 kelahiran hidup. Adapun AKI di Kebumen masuk terendah ke empat, yakni 42,58 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan untuk AKB Kebumen masih relatif tinggi, yakni di urutan ke-20 yakni 8,85 per 1000 kelahiran hidup.

Dalam rangka untuk percepatan pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) 2015 utamanya dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi Dinas Kesehatan (Dinkes) diminta merangkul seluruh rumah sakit yang ada baik milik pemerintah maupun swasta. "Sehingga seluruh masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan baik," ujarnya.

( Supriyanto / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 15:19 wib
Dibaca: 115
27 Mei 2012 | 15:09 wib
Dibaca: 95
27 Mei 2012 | 14:59 wib
Dibaca: 99
27 Mei 2012 | 14:40 wib
Dibaca: 114
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER