
SLEMAN, suaramerdeka.com - Jika ingin terus eksis, pelaku desa ekowisata tidak boleh latah. Semangat untuk mengembangkan potensi kepariwisataan harus terus dipupuk, supaya keberadaan mereka semakin dikenal.
"Jangan hanya semangat di awal saja, kemudian luntur di tengah jalan," kata Dwi Supriyatno, staf ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM saat acara pengukuhan desa ekowisata di Pancoh, Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kamis (16/2).
Agar bisa menjadi tuan rumah yang baik, lanjut dia, kemampuan berbahasa asing juga harus ditingkatkan. Tuntutan ini tidak hanya ditujukan kepada tokoh penggerak pariwisata saja, namun juga kalangan pemuda.
"Semakin terkenalnya desa ekowisata, suatu saat pasti akan banyak turis asing yang datang. Masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan para tokoh saja," tandasnya.
Selain Pancoh, pada kesempatan itu dilakukan pula pengukuhan dua daerah ekowisata lainnya, yakni Dusun Sambi di Desa Pakembinangun, dan Dusun Wonogiri di Desa Purwobinangun. Kedua desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Pakem.
( Amelia Hapsari / CN32 / JBSM )