
WONOSOBO, suaramerdeka.com - Terbukanya peredaran unggas antardaerah menyebabkan penyebaran penyakit pada unggas semakin luas, termasuk penyebaran virus flu burung. Ketika satu daerah terdapat virus flu burung dimungkinkan bisa meluas ke wilayah lain melalui jalur distribusi ayam di pasar.
Karena itu salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah melakukan sosialisasi kepada para pedagang tentang bahaya virus flu burung. Selain itu pedagang diimbau untuk tidak membeli unggas di wilayah tertentu yang sedang terjangkit virus.
Hal itu disampaikan Kabid Kesehatan Hewan dan Ikan Dinas Peternakan dan Perikanan, Sutomo saat dikonfirmasi, Kamis (16/2). Dia memaparkan, keberadaan unggas, terutama ayam kampung, saat ini menjadi komoditas peternakan yang sedang berkembang di masyarakat.
Karena itu perlu adanya pengawasan yang ketat agar tidak terjadi hal yang tidak dinginkan. Seperti pada Januari tahun 2012, Dinas Peternakan dan Perikanan dikagetkan dengan adanya laporan warga tentang banyaknya jumlah ayam kampung yang mati mendadak.
Ayam yang mati sebanyak 150 ekor milik warga Timbang, Kecamatan Leksono itu diduga terjangkit virus flu burung. Beruntung kasus itu bisa segera ditangani tanpa adanya korban jiwa. Dia menduga keberadaan virus itu disebabkan oleh peredaran ayam dari daerah lain, mengingat daerah Desa Timbang banyak terdapat peternakan ayam yang mengambil bibit dari luar daerah.
"Kami ingin tidak terjadi kasus serupa di masa yang akan datang," harapnya.
( Rinto Hariyadi / CN26 / JBSM )