panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 Februari 2012 | 16:10 wib
Balar Rekomendasikan Rumah Fosil Situs Patiayam
image

SERAHKAN LAPORAN: Kepala Balar Yogyakarta, Siswanto (kiri) menyerahkan laporan hasil penelitian kepada Kepala Disbudpar Kudus, Hadi Sucipto, di Kantor Disbudpar Kudus, Rabu (15/2). (suaramerdeka.com / Ruli Aditio)

KUDUS, suaramerdeka.com - Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta mendukug dan merekomendasikan perencanaan pembuatan rumah fosil, yang rencananya didirikan di Kompleks Situs Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus. Ini dimaksudkan agar keberadaan fosil  tersebut dapat tersimpan serta terlindungi dengan baik dan tidak mudah rusak.

Kepala Balar, Siswanto usai menyerahkan laporan hasil penelitian di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus kemarin menjelaskan, memang keberadaan rumah fosil merupakan sebagai salah satu wujud upaya pelestarian cagar budaya yakni fosil. "Pada prinsipnya kami mendukung dan merekomendasikan perencanaan pembangunan rumah fosil tersebut," ujarnya.

Bahkan pihaknya memiliki desain dari rumah fosil tersebut, dan kelihatannya cukup ideal untuk dibangun di sekitar Kompleks Situs Patiayam. "Kami sudah memiliki gambar desain rumah fosisl, yang dinilai bisa sesuai," ujarnya.

Ditanya soal hasil dari penelitian serta ekskavasi yang berlangsung sepekan lalu, Siswanto menjelaskan, secara ilmiah sejumlah temuan dari lapisan bawah tanah membuktikan bahwa wilayah penelitian yang berlangsung Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, masih satu jaman, dengan usia rata - rata antara 750 ribu tahun sampai dengan 1,5 juta tahun yang lalu.

Di antaranya adalah ekofak atau fosil, artefak batu berupa choper, dan perkutor serta artefak spatula. Maka dari itu dengan adanya sejumlah temuan tersebut  hal ini semakin memberikan dorongan bahwa Situs Patiayam ini mutlak memiliki rumah fosil. "Setidaknya ini juga membantu dalam pendataan dalam penelitian kami," imbuhnya.

Sementara, Kepala Disbudpar Kudus, Hadi Sucipto menuturkan, rumah fosil ini merupakan salah satu usulan yang sekalagus juga merupakan alternatif untuk menyimpan dan memamerkan fosil. Menurutnya, memang beberapa waktu lalu pihaknya bercita - cita ingin memiliki museum khusus Patiayam.

Hanya saja syarat untuk membangun museum cukup kpmpleks dan berat, dan hal itu tidak mungkin dilaksanakan. "Oleh karena itu kami pilih rumah fosil dan sebagai langkah awal kami sudah menyiapkan anggarannya yang baru bisa diketahui nanti setelah pengesahan," jelasnya.

( Ruli Aditio / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 15:19 wib
Dibaca: 66
27 Mei 2012 | 15:09 wib
Dibaca: 55
27 Mei 2012 | 14:59 wib
Dibaca: 76
27 Mei 2012 | 14:40 wib
Dibaca: 94
27 Mei 2012 | 14:21 wib
Dibaca: 119
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER