
SERAHKAN LAPORAN: Kepala Balar Yogyakarta, Siswanto (kiri) menyerahkan laporan hasil penelitian kepada Kepala Disbudpar Kudus, Hadi Sucipto, di Kantor Disbudpar Kudus, Rabu (15/2). (suaramerdeka.com / Ruli Aditio)
KUDUS, suaramerdeka.com - Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta mendukug dan merekomendasikan perencanaan pembuatan rumah fosil, yang rencananya didirikan di Kompleks Situs Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus. Ini dimaksudkan agar keberadaan fosil tersebut dapat tersimpan serta terlindungi dengan baik dan tidak mudah rusak.
Kepala Balar, Siswanto usai menyerahkan laporan hasil penelitian di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus kemarin menjelaskan, memang keberadaan rumah fosil merupakan sebagai salah satu wujud upaya pelestarian cagar budaya yakni fosil. "Pada prinsipnya kami mendukung dan merekomendasikan perencanaan pembangunan rumah fosil tersebut," ujarnya.
Bahkan pihaknya memiliki desain dari rumah fosil tersebut, dan kelihatannya cukup ideal untuk dibangun di sekitar Kompleks Situs Patiayam. "Kami sudah memiliki gambar desain rumah fosisl, yang dinilai bisa sesuai," ujarnya.
Ditanya soal hasil dari penelitian serta ekskavasi yang berlangsung sepekan lalu, Siswanto menjelaskan, secara ilmiah sejumlah temuan dari lapisan bawah tanah membuktikan bahwa wilayah penelitian yang berlangsung Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, masih satu jaman, dengan usia rata - rata antara 750 ribu tahun sampai dengan 1,5 juta tahun yang lalu.
Di antaranya adalah ekofak atau fosil, artefak batu berupa choper, dan perkutor serta artefak spatula. Maka dari itu dengan adanya sejumlah temuan tersebut hal ini semakin memberikan dorongan bahwa Situs Patiayam ini mutlak memiliki rumah fosil. "Setidaknya ini juga membantu dalam pendataan dalam penelitian kami," imbuhnya.
Sementara, Kepala Disbudpar Kudus, Hadi Sucipto menuturkan, rumah fosil ini merupakan salah satu usulan yang sekalagus juga merupakan alternatif untuk menyimpan dan memamerkan fosil. Menurutnya, memang beberapa waktu lalu pihaknya bercita - cita ingin memiliki museum khusus Patiayam.
Hanya saja syarat untuk membangun museum cukup kpmpleks dan berat, dan hal itu tidak mungkin dilaksanakan. "Oleh karena itu kami pilih rumah fosil dan sebagai langkah awal kami sudah menyiapkan anggarannya yang baru bisa diketahui nanti setelah pengesahan," jelasnya.
( Ruli Aditio / CN26 / JBSM )