
JAKARTA, suaramerdeka.com - Ada yang menarik dari unjuk rasa puluhan pembantu rumah tangga di depan Istana Merdeka, Rabu (15/2). Terdapat replika setrika dan kemoceng "raksasa" sepanjang 3 meter.
Puluhan pembantu rumah tangga yang mengatasnamakan diri sebagai "Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga" (JALA) & Komite Aksi Pekerja Rumah Tangga ini berunjuk rasa menuntut pengesahan rancangan undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga.
"Proses legislasi RUU PRT sudah diperjuangkan sejak 2004, tapi tidak sekalipun dibahas," kata Lita Anggraeni, koordinator JALA.
JALA dan Komite Aksi Pekerja Rumah Tangga juga memperingati "Hari Pekerja Rumah Tangga Indonesia".
"Ini adalah peringatan ke-6 sejak peristiwa penganiayaan Sunarsih, pembantu rumah tangga asal Pasuruan yg bekerja di Surabaya," kata Lita.
Lita mengatakan situasi pekerja rumah tangga baik domestik dan migran semakin rentan dengan pelanggaran HAM.
( Ant / CN32 )