
BANDUNG, suaramerdeka.com - Sejumlah situs diproyeksikan sebagai taman bumi (geopark) nasional. Untuk itu, Badan Geologi berupaya memantapkan keberadaannya agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
"Kami harus menyiapkan terlebih dahulu, dari aspek geoscientific, community development, hingga sisi ekonomi. Harus konsolidasi dulu," kata Sekretaris Badan Geologi, Yun Yunus Kusumahbrata di Bandung, Selasa (14/2).
Menurut dia, pengelolaan situs yang mantap akan lebih memudahkan keberadaan situs itu ke tingkat lebih tinggi dalam dua tahun mendatang. Direncanakan, empat situs geologi akan diusulkan yakni Raja Ampat (Papua Barat), Batang Merangin (Jambi), Danau Toba (Sumut), dan Gunung Rinjani (Lombok).
Di luar itu, Yunus menjelaskan bahwa potensi situs lainnya terbuka untuk dikembangkan menjadi geopark. Hanya saja, kendalanya cukup pelik. Belum ada sinergitas di antara pemangku kepentingan. "Ada tarik-menarik yang tak pernah selesai. Padahal, jika diintegrasikan, apalagi jaringan infrastruktur yang tersedia kondisinya baik, geopark bisa ke mana-mana," jelasnya.
Lebih dari itu, keberadaan taman bumi bisa mendatangkan keuntungan secara ekonomis, terutama dari kepariwisataan. Yunus mencontohkan geopark Langkawi, Malaysia yang bisa menarik kunjungan jutaan pelancong.
Untuk itu, diperlukan keseriusan semua pihak, termasuk cara pandang atas keberadaan situs tersebut. "Bicara perut semua jadi legal, jadi perlu ada pendekatan terstruktur, berkelanjutan," tandasnya.
( Setiady Dwi / CN26 / JBSM )