
KLATEN, suaramerdeka.com - Tiga buruh tani tewas disambar petir saat tengah bekerja memanen padi di lahan persawahan Desa Meger, Kecamatan Ceper, Selasa (14/2). Tiga korban, Riyanto (50), Purwanti (46) dan Wahyudi (30) ketiganya warga Dusun Kuncen RT 2/RW 4, Desa Kuncen, Kecamatan Ceper merupakan satu keluarga.
Menurut penuturan korban yang selamat, Sugiyanto (32) dia dan ketiga saudaranya pukul 15.30 WIB memanen padi di lahan yang berada di belakang gudang Bulog Karangwuni, Kecamatan Ceper pukul 15.30 WIB. Saat padi di lahan sudah hampir selesai dipanen, mendung menggayut di langit tetapi dia dan ketiga sudaranya tidak berteduh karena akan menyelesaikan sisa pekerjaan.
''Namun sebelum sempat turun hujan, mendadak ada petir sangat keras dan terang,'' ungkapnya, Selasa (14/2).
Sambaran petir itu sangat dahsyat sampai dia tidak bisa melihat suasana sekitarnya. Setelah petir mereda, dia kaget sebab ketiga saudaranya yang semula berdiri memanen batang padi tidak muncul lagi. Sebab curiga dia melangkah beberapa meter mendatangi ketiga korban. Saksi terhenyak sebab menyaksikan ketiganya sudah terkapar diam di lahan.
Melihat kejadian itu, dia berteriak meminta tolong ke warga sekitar. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian berdatangan menolong. Ketiga korban dilarikan ke UGD RS Islam Klaten dan sebagian warga melapor ke Polsek Ceper. Namun sesampai di RSI nyawanya ketiganya tidak bisa diselamatkan.
Panen Padi
Riyanto dan Purwanti tidak mengalami luka bakar serius. Namun Wahyudi mengalami luka bakar di bagian lengan dan punggung. Petugas Polsek Ceper yang memeriksa lokasi kejadian tidak menemukan tanda mencurigakan. Di lokasi tidak ada pepohonan dan merupakan hamparan sawah serta jauh dari bangunan.
Sugiyanto mengatakan, saat kejadian dirinya berada empat meter dari ketiga saudaranya. Ketiga korban berdiri memanen padi hampir berdekatan. Dia dan ketiga saudaranya bekerja di lahan sejak pukul 07.00 WIB. Siang sempat istirahat tetapi pekerjaan dilanjutkan. Slamet, salah seorang saksi mengatakan saat diangkat dari lokasi ke mobil ketiganya sudah lemas.
Warga semula tidak yakin jika meninggal sebab lukanya tidak parah. Kapolres Klaten AKBP Kalingga Rendra Raharja melalui Kapolsek Ceper AKP Sugeng Handoko mengatakan, ketiganya dititipkan di kamar jenazah sebelum diambil keluarganya. Dari hasil penyelidikan, penyebab kematian ketiganya murni karena sambaran petir sebelum hujan.
( Achmad Hussain / CN27 / JBSM )