panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 Februari 2012 | 17:27 wib
Malam Silaturahmi Sastra
Penyair Harus Rapi, Penyair Gondrong Bukan Zamannya Lagi


SEMARANG, suaramerdeka.com -
Malam Silaturahmi Sastra yang diadakan Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) di Auditorium RRI Semarang, sabtu malam (11/2), berlangsung meriah. Sekitar hampir 150 penyair Jateng, Jakarta, Yogyakarta, dan lain-lain turut berpartisipasi. Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng Prasetyo Aribowo yang mewakili Gubernur Bibit Waluyo.

Ketua Umum DKJT Prof Dr Rustono menyambut baik kegiatan Malam Silaturahmi Sastra tersebut, yang diisi dengan peluncuran buku antologi "Bangga Aku Jadi Rakyat Indonesia" terbitan Kosakata Kita Jakarta. Antologi puisi sosial ini memuat karya-karya 51 penyair berbagai kota di Indonesia, termasuk dari Jateng.

"DKJT berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahmi dan tukar informasi antar sastrawan, sehingga memacu aktivitas dalam berkarya", kata Rustono.

Sedangkan Ketua Dewan Penasihat DKJT Dr Bambang Sadono SH MH merasa sangat senang bertemu dengan para sastrawan. Tidak hanya dari Semarang dan berbagai kota di Jateng, tetapi juga dengan luar Jateng. "Belum pernah ada pertemuan sastrawan seperti ini di Semarang", ujarnya.

Peluncuran buku antologi Bangga Aku Jadi Rakyat Indonesia dilakukan oleh Direksi Kosakata Kita yang diwakili Prof Dr Prijono Tjiptoherijanto didampingi dr Handrawan Nadesul, Adri Darmadji Woko, Kurniawan Junaedhie, dan Dharmadi. "Saya ingin para penyair tampil rapi dan keren. Model penyair gondrong, kumal, dan kumuh bukan zamannya lagi. Karena itu kami tampil sangat rapi. Bahkan Adri Darmadji pakai batik dan Handrawan pakai dasi", kata Bambang Sadono yang langsung disambut tawa hadirin.

Ada sekitar 20 penyair tampil membacakan puisi mereka. Mereka antara lain Susy Ayu, Enthieh Mundakir, Rahmat Ali, Nia Samsihono, Rahadi Zakaria, Handrawan Nadesul, Endang Werdiningsih, Handry TM, Arief Mudatsir Mandan, Uki Bayu Sejati, Aspar Paturusi, dan lain-lain.

Mereka tampil dengan gaya khas masing-masing dan mendapatkan aplaus hadiri yang memenuhi hampir seluruh kursi di Auditorium RRI.

Meskipun di luar hujan mengguyur deras, Malam Silaturahmi Sastra berlangsung meriah, hangat, dan apresiatif.

Pidato Kebudayaan yang disampaikan budayawan Prof Ir Eko Budihardjo juga sangat menarik hadirin. Meskipun butir-butir pemikiran Eko penuh warna intelektualitas, namun selalu dibumbui canda yang mengundang tawa hadirin. "Sebuah pidato kebudayaan yang indah, cemerlang, dan segar", jelas penyair Semarang Gunoto Saparie yang sekaligus Ketua Bidang Kerja Sama DKJT Itu.

( Yulianto / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 15:19 wib
Dibaca: 29
27 Mei 2012 | 15:09 wib
Dibaca: 39
27 Mei 2012 | 14:59 wib
Dibaca: 76
27 Mei 2012 | 14:40 wib
Dibaca: 91
27 Mei 2012 | 14:21 wib
Dibaca: 117
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER