
PALANGKARAYA, suaramerdeka.com - Hingga dua hari ini, atau sejak Jumat (10/2) lalu, ratusan warga dari suku Dayak di Kalimantan Tengah menggelar aksi penolakan terhadap Pembentukan Front Pembela Islam (FPI). Dalam aksinya warga menutup akses ke Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalteng.
Penutupan dilakukan untuk menentang tibanya Habib Riziek, petinggi FPI ke Kalteng. Namun, ternyata Habib tidak tiba di bandara, menumpang Pesawat Sriwijaya, seperti yang diperkirakan.
"Memang ada datang empat pengurus FPI, tetapi bukan Habib Riziek."Mereka juga sudah dipulangkan kembali ke Jakarta," kata Menurut Kabag Ops Polresta Palangkaraya, Kompol Ruslan.
Aksi demo warga ini turut menyita perhatian petinngi Kalteng. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, ikut turun ke lapangan untuk menenangkan tindak demonstrasi ini. Bukan hanya Gubernur, Kapolda Kalteng, Brigjen Pol Damianus Jackie, juga menuju lokasi unjukrasa di bandara terbesar di Kalteng itu.
Setibanya di lokasi, Gubernur langsung menyuruh semua pemuda dayak untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Dia juga meminta pengamanan diserahkan kepada polisi.
( trb / CN33 )